Polda Papua Tangkap Tujuh Pelintas Batas Ilegal Asal PNG | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Kombes Pol, Ahmad Musthofa Kamal Kombes Pol, Ahmad Musthofa Kamal

Polda Papua Tangkap Tujuh Pelintas Batas Ilegal Asal PNG

Kriminal Penulis  Selasa, 16 Juli 2019 19:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA – Tujuh orang warga negara asing asal Papua New Guinea (PNG) ditangkap Anggota direktorat Polairud Polda Papua di perairan Jayapura lantaran tidak memiliki dokumen resmi lintas Negara.

Juru Bicara Polda Papua, Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal didampingi Kasie Sidik Gakkum Ditpolair AKP Sakka dalam keterangan resminya, Selasa 16 Juli, mengatakan ketujuh orang tersebut ditangkap di hari yang berbeda.

Dimana awalnya tim patroli Polair menangkap tiga orang warga PNG pada Minggu (8/7) sekira pukul 02.30 WIT di perairan laut Jayapura. Polisi mengamankan satu unit speed boat berisi berbagai bahan pokok rumah tangga yang dibeli dari Kota Jayapura.

“Ketiga warga PNG yang diamankan yaitu JH, perempuan berusia 33 tahun, IM (33), dan MT(47). Sedangkan penangkapan kedua berlangsung pada Kamis (11/7) dini hari sekira pukul 01.00 WIT. Keempatnya berinisial XK (29), FN (31), DW, dan SW (29) diamankan bersama sebuah loang boat yang mereka gunakan berisi puluhan jerigen BBM untuk keperluan boat,” kata Kamal, Selasa 16 Juli 2019.

Kasie Sidik Gakkum Ditpolair AKP Sakka menambahkan, para penumpang long boat yang diamankan sebelumnya mengangkut pinang dan dijual di Jayapura, kemudian membeli bahan pokok yang rencananya akan dijual di PNG.

Hasil pemeriksaan penyidik, ketujuh orang itu mengaku sering masuk ke wilayah Jayapura untuk menjual pinang dan berbagai hasil kebunnya, namun baru kali ini tertangkap polisi.

“Kami akan lebih mengoptimalkan patroli mengingat perairan laut Jayapura sering kali digunakan para penyintas tanpa dokumen keimigrasian dari PNG untuk Keluar-masuk Jayapura. Patroli ini pun untuk memperkecil praktek illegal melalui jalur laut,” kata AKP Sakka.

Kini, ketujuh orang itu tengah diamankan dan dimintai keterangan mendalam oleh kepolisian. Seluruh pelaku dijerat dengan tindak pidana keimigrasian pasal 119 ayat (1) jo pasal 8 dan pasal 113 jo pasal 9 ayat (1) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp. 500.000.000.

Dibaca 55 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX