POBSI Papua Barat Persiapan Pra PON Tanpa Anggaran | Pasific Pos.com

| 12 November, 2019 |

POBSI Papua Barat Persiapan Pra PON Tanpa Anggaran

Papua Barat Penulis  Selasa, 16 Juli 2019 14:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pengurus Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Papua Barat, telah melakukan persiapan untuk mengikuti Pra PON Agustus mendatang.

Namun, persiapan terasa tidak maksimal, karena pengurus kurang disupport dengan anggaran untuk persiapan para atlet untuk pusat latihan daerah (Puslatda) dari KONI Papua Barat.

Salah satu pengurus POBSI Papua Barat, Harianto, menuturkan, mereka sudah melakukan persiapan dengan menyewa tempat latihan di Aro-M dan juga mess atlet dan sudah berjalan kurang lebih selama tiga bulan.

“Atlet kita yang ada semuanya 8 orang, 2 diantaranya perempuan. Ada 4 orang ada di luar pulau Papua untuk ikut turnamen turnamen yang ada, sedangkan 4 orang lagi ada di sini, untuk mendapat latihan dari pelatih kita,” jelas Harianto kepada Tabura Pos di Aro-M, Senin (15/7).

Dia mengaku, sudah dua kali mengajukan proposal ke KONI Papua Barat terkait kegiatan pembiayaan Puslatda, akan tetapi hingga saat ini belum jelas.

“Kita kan waktu pleno dengan KONI di hotel Aston beberapa bulan yang lalu diperintahkan buat proposal untuk biaya Puslatda, sehingga kita buat, namun sudah dua kali kita ajukan tetap saja belum ada anggaran yang turun,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dengan kondisi demikian, pihaknya selaku pecinta olahraga billiard terpaksa harus pasang badan agar bisa sewa tempat dan menggunakan fasilitas yang ada untuk latihan.

“Untuk POBSI sendiri, akan dilakukan Pra PON di Jakarta pada bulan Agustus nanti. Jadi bisa bayangkan, kondisi kami saat ini. Kami berharap awal bulan Agustus sudah bisa berangkat ke Jakarta guna pemantapan pemain,” jelas Hariato.

Dia menambahkan, launching beberapa waktu lalu itu seharusnya sudah fokus ke Pra PON saja, sehingga terkait masalah Puslatda seharusnya sudah selesai, namun demikian sambung dia, inilah kenyataan yang dihadapi semua Cabor yang ada di Papua Barat, bahwa dana untuk Puslatda belum juga cair, sedangkan Pra PON untuk masing masing Cabor sudah ada yang berlangsung dan ada yang tinggal menunggu hari saja.

Harianto berharap, KONI Papua Barat dapat secepatnya menuntaskan persoalan yang ada, sehingga tidak menganggu konsentrasi dan menyurutkan semangat para pengurus dan atlet Papua Barat.

Sementara itu, Manager Billiard Papua Barat, Yohannis Piet Rumfabe mengungkapkan, KONI seharusnya cepat dan tanggap menyelesaikan persoalan ini.

Dulu ungkap dia, saat pleno memang disepakati anggaran untuk Puslatda sebesar Rp. 20 miliar, sehingga masing masing Cabor diminta membuat = proposal sesuai kebutuhannya.

“Mungkin dengan dana yang terbatas tersebut, KONI juga mengalami sedikit kendala untuk pembagiannya ke masing masing cabor, atau ada kendala lain, kita tidak tau. Tapi seharusnya, KONI Papua Barat harus cepat menuntaskan persoalan ini, tidak boleh dibiarkan berlarut larut. Semua cabor ingin memberikan yang terbaik untuk Papua Barat, jadi harus segera didukung. Jangan biarkan cabor itu berjuang sendiri, KONI harus bersama sama dengan pengurus cabor, untuk memberikan kepastian dan dukungan untuk masing masing cabor, sehingga tidak ragu ragu dalam melangkah,” jelasnya.

Menurutnya, DPRD Papua Barat seharusnya ikut melihat persoalan ini. “Kalau dananya kurang, DPRD kan bisa mengajukannya dalam anggaran perubahan, agar dana ke KONI ditambah. Tapi saya tidak tau apakah hal ini jadi perhatian mereka atau tidak. Tapi terlepas dari itu semua, saya tetap memberikan motivasi kepada rekan-rekan saya di POBSI Papua Barat, agar tetap optimis dan semangat dan tetap berjuang memberikan yang terbaik untuk Papua Barat. [CR46-R4] 

Dibaca 129 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX