Pemda Dapat Bantuan 47 BTS USO untuk Layani Seluler dan Internet di Kampung-kampung | Pasific Pos.com

| 20 October, 2019 |

Pemda Dapat Bantuan 47 BTS USO untuk Layani Seluler dan Internet di Kampung-kampung

Papua Barat Penulis  Selasa, 16 Juli 2019 13:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bintuni, TP- Pemerintah daerah (Pemda) Teluk Bintuni sejak 2018 telah mendapatkan bantuan Base Transceiver Station (BTS) Universal Service Obligation (USO) 47 site dari Kementrian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

BTS itu dipasang di sejumlah kampung yang secara geografis sulit dijangkau, seperti kampung terluar, tertinggal dan terdepan (3T).

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika pada Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Kabupaten Teluk Bintuni Daud FX Pattiwael, mengatakan, Kementrian Kominfo telah melakukan kajian pembangunan jaringan konektivitas dan akses telekomunikasi yang menghasilkan jumlah desa atau kampung yang belum terjangkau sinyal di seluruh Indonesia sebanyak 7.480 kampung termasuk kampung-kampung yang ada di kabupaten Teluk Bintuni.

Ia menerangkan, kampung-kampung yang ada di wilayah Teluk Bintuni, akan dihubungkan secara bertahap melalui teknologi satelit, serat optik dan microwave serta transisi dan migrasi antar teknologi dengan mempertimbangkan konektivitas jaringan yang tersedia.

“Sebagaimana target utama Kementrian Kominfo yaitu aksesibilitas telekomunikasi di seluruh Indonesia pada 2020 dimana seluruh kampung pemukiman di seluruh Indonesia termasuk kampung-kampung yang ada di wilayah kabupaten Teluk Bintuni sudah dapat menikmati layanan seluler dan internet,” ungkapnya kepada Tabura Pos, di Bintuni, Senin (15/7).

Dia mengatakan, seluruh anggaran penyediaan BTS tersebut berasal dari dana kewajiban pelaksanaan universal atau universal service obligation (USO) yang merupakan penerimaan negara bukan pajak yang bersumber dari 1,25 persen dari pendapatan seluruh penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia.

Anggaran tersebut lanjut dia, dikelola oleh Kementrian Kominfo melalui BAKTI dengan fokus utama layanan adalah pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah (3T) serta wilayah-wilayah yang belum dijangkau oleh sinyal dan secara komersial tidak menarik untuk dikelola oleh pihak swasta.

Lebih lanjut dijelaskan, menurut Direktur Utama BAKTI Anang Latif dalam rapat koordinasi menuju Indonesia merdeka sinyal tahun 2020 yang dilaksankan di Jakarta pada bulan Juli tahun 2018 lalu bahwa dalam waktu dua tahun sejak 2015 sudah lebih dari 3.000 desa/kampung di Indonesia telah merasakan langsung kinerja BAKTI.

Peningkatan kinerja terus BAKTI lakukan untuk memastikan bahwa negara hadir dalam melayani kebutuhan akses telekomunikasi masyarakat atas hak informasi.

Adapun tugas utama BAKTI yaitu sebut dia, pertama, penyediaan infrastruktur termasuk di dalamnya program penyediaan Backbone Palapa Ring, penyediaan sinyal BTS, penyediaan satelit multifungsi, dan penyediaan perangkat penyiaran di perbatasan.

Kedua, penguatan ekosistem melalui program penyediaan akses internet (AKSI), pendampingan dan inklusi keuangan. Dan pada tahun 2018 BAKTI telah membangun 855 BTS yang tersebar diwilayah 3 T. Dalam penyediaan BTS USO mewajibkan Pemda untuk menyediakan lahan seluas 20 x 20 meter persegi dimana di lokasi tersebut akan diinstalasi BTS equipment, menara, transmisi dan catu daya (power) yang akan dibangun oleh BAKTI bekerja sama dengan penyedia/opeator.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika itu juga menjelaskan bahwa pembangunan 47 BTS di wilayah kabupaten Teluk Bintuni dibagi 3 Tim. Tim 1 akan mengerjakan 18 BTS di 18 desa yaitu di kampung Kecap distri Aranday, Sibena Permai distrik Tuhiba, Kali Tami II distrik Kamundan, Morombuy distrik Merdey, Cumnaji distrik Dataran Beimes, Huss distrik Dataran Beimes, Jahabra distrik Biscoop, Horna distrik Dataran Beimes, Meyorga distrik Biscoop, Menyembru distrik Biscoop, Manunggal distrik Aranday, Sir distrik Dataran Beimes, Ugdohop distrik Dataran Beimes, Laudoho distrik Biscoop, Menggerba distrik Merdey, Bibiram distrik Kamundan, Miogromus distrik Merdey, Iguriji distrik Bintuni.

Selanjutnya Tim 2 akan mengerjakan 16 BTS di 16 kampung yang tersebar dibeberapa distrik yaitu kampung Tomu distrik Tomu, Igomu distrik Moskona Timur, Meyado distrik Meyado, Jagiro Moskona Selatan, Inofina distrik Moskona Utara, Weriagar Baru distrik Weriagar, Weriagar Utara distrik Weriagar, Majnic distrik Moskona Barat, Masyeta distrik Masyeta, Mosum distrik Moskona Utara, kali Biru distrik Masyeta, Tuanakin distrik Weriagar Istiwkem distrik Moskona Barat, Mestofu distrik Mesyeta, Inggof distrik Moskona Selatan, Mesomda distrik Mesyeta.

Sedangkan Tim 3 akan mengerjakan 13 BTS di 13 kampung yaitu kampung Wamesa distrik Wamesa, Aroba distrik Aroba, Wagura distrik Kuri, Sarbe distrik Kuri, Yaru distrik Aroba, Naramasa distrik Kuri, Mamuranu distrik Wamesa, Suga distrik Kaitaro, Warga Nusa II distrik Kaitaro.

“Kemudian 3 titik yang bergeser yaitu 2 titik dari distrik Kuri bergeser ke titik distrik Fafurwar dan distrik Kaitaro dan 1 titik dari Atibo Manimeri bergeser ke distrik Fafurwar. Saat ini Tim 1 sedang mengerjakan 2 titik BTS USO, Tim 2 mengerjakan 2 titik BTS USO serta Tim 3 mengerjakan 4 titik BTS USO diperkirakan beberapa BTS USO yang sedang dikerjakan itu selesai sebelum tanggal 17 Agustus 2019. Kemudian akan dilanjutkan pembangunan titik-titik BTS USO untuk mencapai 47 titik BTS USO itu dan setiap tim akan berupaya selesai pada bulan Desember 2019,” tandasnya. [ABI-R4] 

Dibaca 103 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX