Pemkot Jayapura oprimis turunkan stunting pada 2020 | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Kepala Dinas Kesehatan, Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari saat diwawancara Kepala Dinas Kesehatan, Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari saat diwawancara

Pemkot Jayapura oprimis turunkan stunting pada 2020

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Senin, 15 Juli 2019 20:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JATAPURA - Stunting adalah kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

"Stunting ini berpengaruh pada perkembangan anak tentunya gangguan kognitif, dan sering sakit akibat dari stunting," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (15/7/19).

Menurut Sri Antari, banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya pertumbuhan anak. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih dibawah usia dua tahun.

"Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya, stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun makanan pendamping ASI," katanya.

Diungkapkan Sri Antari, data 2013 proporsi stunting terjadi pada anak-anak di Kota Jayapura ada 34,8 persen dan pada 2018 stunting turun menjadi 22,4 persen. Ia mencontohkan anak terkena stunting, yaitu dari berat anak 150, saat ditimbang di Posyandu berat badannya tidak naik atau malah turun.

"Data ini diperoleh berdasarkan survei di lapangan. Upaya yang kami lakukan, yaitu memantau tumbuh kembang anak di Posyandu, melalui kelas ibu hamil dengan memberikan protein dan zat besi atau tambahan vitamin. Anak juga kami berikan makanan tambahan," ungkapnya.

Dibaca 65 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.