Bocah Martinus Diduga Alami Kurang Gizi | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Bocah Martinus Diduga Alami Kurang Gizi

Papua Barat Penulis  Senin, 15 Juli 2019 03:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Martinus Moktis, balita berumur sekitar 1 tahun di Kampung Sidey Pantai diduga mengalami gizi kurang. Martinus terpantaua wartawan ketika meliput kegiatan pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sidey, Jumat pekan lalu.

Saat itu, kondisi Martinus yang dalam gendongan bibinya terlihat lain dibanding bocah seusianya. Kakinya kecil, matanya cekung, dan tidak aktif seperti bocah seusia itu pada umumnya.

Melihat hal itu, wartawan pun mendekati bibi Martinus. Bibi Martinus yang bernama Dolince Rumbruren, mengaku sudah sebulan lebih dirinya mengasuh Martinus karena sang ibunya sudah meninggal dunia.

“Umurnya (Martinus) satu tahun,” ujar Dolince kepada wartawan.

Meski sudah berusia satu tahun lebih, menurut Dolince, Martinus belum bisa berjalan. Hanya bisa duduk.

“Memang selama ini sakit. Ini saya punya adik perempuan punya anak. Mamanya sudah meninggal. Dia belum bisa jalan. Dia masih bisa duduk saja,” katanya.

Sejak ibunya meninggal, kata Dolince, Martinus tidak lagi mendapatkan ASI. Minumnya hanya susu formula.

“Mamanya, meninggal satu bulan lalu. Jadi saya rawat dia (Martinus),” tuturnya.

Selama ini, kata dia, Martinus ikut kegiatan Posyandu di kampungnya. Oleh petugsa di Posyandu, Martinus mengalami kurang gizi.

“Dari Posyandu janji mau kasih susu dan kacang hijau tapi tidak pernah diberikan sampai sekarang. Kemarin timbang terakhir beratnya 5,3 kilogram (kg). Waktu di Posyandu, petugas bilang dia kurang gizi. Sejauh ini dari Posyandu tidak kasih makanan tambahan,” sebutnya.

Selama ini, kata dia, Martinus bermain, meski tidak seaktif anak seusianya.

Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, yang mendengar kabar tentang kondisi Martinus pun langsung mendekatinya. Kepada Dolince, Wakil Bupati berjanji segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari untuk melihat langsung kondisi Martinus guna tindakan lebih lanjut. [BNB-R1] 

Dibaca 53 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.