Tugas Wasit Sepak Bola itu Tidak Mudah | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Tugas Wasit Sepak Bola itu Tidak Mudah

Papua Barat Penulis  Senin, 15 Juli 2019 03:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Menjadi seorang pemimpin pertandingan atau wasit dalam pertandingan sepak bola tidaklah mudah. Selain harus menguasai dan menegakkan aturan dalam pertandingan, wasit juga kerap menjadi sasaran amarah pemain maupun supporter.

Wasit memiliki tugas berat, dan untuk menjadi seorang wasit pun harus melalui seleksi yang tidak mudah. Harus mengikuti pelatihan atau kursus perwasitan, sehat jasamani dan rohani, membayar biaya kursus bahkan harus mendapat rekomendasi dari Askab/Askot maupun Asprov PSSI.

Ketua Wasit Asprov PSSI Papua Barat, Yan F. Dimara, kepada Tabura Pos, Minggu (14/7) mengatakan, untuk wasit di Papua Barat saat ini masih kebanyakan memegang lisensi C3 atau wasit ditingkat Kabupaten dan lisensi C2 untuk tingkat Provinsi, sementara untuk lisensi C1 atau wasit ditingkat Nasional baru 2 orang. Sementara yang belum memiliki lisensi sebagai wasit jumlahnya lebih banyak.

“Pelatihan wasit baru pernah ada di 3 kabupaten saja, yaitu di Sorong Selatan, Manokwari dan Maybrat,”ucap Dimara.

Menurut dia, pelatihan wasit bisa dilakukan oleh siapapun yang mencintai dunia sepak bola, namun harus koordinasi dengan pengurus Askab/Askot atau Asprov PSSI Papua Barat.

Untuk memenuhi kebutuhan wasit di Papua Barat, menurut dia, kepengurusan Askab/Askot disetiap daerah harus lebih aktif dan mendapat dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun swasta.

Sehingga, lanjut dia, ketika suatu daerah akan melakukan kompetisi sepak bola dan belum ada wasit, akan berkoordinasi dengan Asprov. “Sebab, setiap pertandingan resmi itu harus dipimpin oleh wasit yang memiliki lisensi,” jelas Dimara.

Menjadi seorang wasit, kata dia tidaklah mudah harus melalui beberapa tahapan dan memiliki lisensi. Namun, untuk mencukupi kebutuhannya, tidak bisa bergantung dengan gaji, karena Ia hanya akan dibayar ketika ada pertandingan.

“Untuk penghasilan wasit dalam pertandingan tergantung kesepakatan saja dengan panitia, dan tentunya wasit yang memimpin pertandingan harus sesuai dengan lisensi yang dipegang dan pengalamannya. Kalau dia pegang pertandingan di tingkat provinsi, maka wasit tersebut harus pegang lisensi C2. Meski tidak mudah, namun kita patut berbangga karena di Papua Barat juga telah memiliki 2 wasit perempuan,” pungkasnya. [CR46-R3] 

Dibaca 83 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.