20 Lapak Berhasil Ditertibkan, Para Pedagang Diarahkan Tempati Bangunan Baru | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kabupaten Mimika, Bernardinus Songbes Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kabupaten Mimika, Bernardinus Songbes

20 Lapak Berhasil Ditertibkan, Para Pedagang Diarahkan Tempati Bangunan Baru

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 12 Juli 2019 20:40 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes mengatakan, sebanyak 20 bangunan atau lapak-lapak liar berhasil dibongkar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika. Dan selanjutnya diserahkan kunci untuk menempati lapak yang baru.

Puluhan lapak tersebut terdiri dari pedagang beras dan cakar Bongkar yang mana pedagang beras langsung menerima kunci untuk menempati lapak yang sudah disediakan oleh pemerintah.

"Lapak-lapak yang dibongkar itu sekitar 20 itu pedagang yang menjual beras dan pedagang cakar bongkar pedagang beras kami sudah serahkan kunci dan Tati lapak yang baru dibangun," kata Bernadinus Songbes ketika ditemui di pasar sentral, Jumat (12/7).

Sedangkan untuk pedagang cakar Bongkar kata Songbes, mereka akan diarahkan untuk menempati posisi di sebelah jalan keluar bersamaan dengan lapak buah-buahan tepatnya di belakang pos penjagaan.

"Sedangkan untuk pedagang cakar bongkar itu kami sudah alihkan ke jalan keluar Pasar Baru," ungkapnya.

Sementara itu terlepas dari pembongkaran lapak-lapak liar songbes juga menambahkan bahwa lokasi yang digunakan oleh para pedagang untuk menjual ikan dan daging tepatnya di jalan masuk pasar sentral akan dilakukan pengerukan setelah itu akan dilakukan penimbunan namun belum bisa dipastikan apakah akan di hotmix atau tidak masih menunggu petunjuk dari pimpinan dalam hal ini Bupati Mimika

"Tempat-tempat yang ada di antara Pasar Daging sama pasar ikan itu kami sudah bongkar semua dan selanjutnya akan dikeruk lagi setelah itu kami akan timbun," jelasnya. (Ricky).

 

Disperindag Akan Bangun Tempat Khusus Bagi Mama-Mama Pengrajin Noken


Di kesempatan yang sama Bernadinus Songbes juga mengatakan, pihaknya akan membangun tempat khusus bagi mama mama pengrajin noken tepatnya di depan pasar ikan pada anggaran perubahan APBD Mimika tahun 2019.

"Kami juga berencana membangun 1 bangunan untuk menampung semua pengrajin," kata Bernadinus Songbes ketika ditemui di pasar Sentral, Jumat (12/7).

Ia menjelaskan selama ini mama mama pengrajin noken hanya bisa menjual hasil buah tangannya di pinggir jalan yang mana kondisi tersebut sangat tidak layak karena terkena hujan dan panas sehingga program pembangunan Tempat khusus bagi mama mama pengrajin noken telah di setujui dan akan direalisasikan dalam waktu dekat

"Noken sehingga noken oke itu akan tertampung semua di situ," jelasnya.

Ia menambahkan permintaan pembangunan tempat bagi mama mama pengrajin noken tepatnya di depan pasar ikan bertujuan menarik minat beli para pengunjung Setelah membeli ikan atau daging di pasar hal tersebut sangat berbeda dengan kondisi saat ini yang mana noken noken yang dijual di pinggir jalan hanya sebagai pajangan bagi para pengguna jalan

"Yang akan kita bangun itu sesuai usulan dari mama-mama ia meminta supaya bangunan untuk noken noken itu tidak boleh jauh dari pasar ikan," tambahnya.

Sementara itu di singgung terkait besaran anggaran yang diperuntukkan untuk pembangunan tempat bagi pengrajin noken. Kata Songbes, anggaran yang diusulkan sebesar 2 miliar namun saat ini belum bisa dipastikan Berapa besar anggaran yang disetujui, Kendati demikian anggaran yang ada nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan tempat pagi mama mama pengrajin noken.

"Anggaran yang diajukan untuk pembangunan bangunan untuk Mama Mama penggiat noken itu sebesar 2 miliar," ungkapnya. (Ricky).

 

Kepemilikan Lapak Melalui Berita Acara, Jual Beli Lapak Akan Dikenakan Sanksi


Untuk mengantisipasi terjadinya jual beli lapak yang disediakan oleh pemerintah, pihaknya Tengah melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang yang berada di Pasar Sentral

"Untuk sementara Kabid perdagangan dan staf lagi mengolah data itu yang nantinya akan dijelaskan kepemilikan lapak lapak itu," kata Bernadinus Songbes ketika ditemui di pasar sentral, Jumat (12/7).

Ia menjelaskan berdasarkan hasil pendataan para pedagang tersebut nantinya akan di paparkan kepada panitia besar yang mana didalamnya terdapat pimpinan daerah dan forkompinda sebagai dasar untuk melakukan relokasi pedagang ke pasar sentral.

Hasil pendataan terhadap para pedagang yang dilakukan oleh bidang perdagangan Disperindag nantinya akan disusul dengan berita acara cara dan penandatanganan surat pernyataan sebagai penegasan bahwa lapak tersebut telah ditempati dan dipergunakan untuk proses perdagangan.

"Kami akan mempresentasikan daya tampung Pasar Sentral setelah dibongkar Pasar Lama, Pasar Gorong-gorong dan pasar damai jadi di tidak ada yang namanya jual beli lapak karena ada surat pernyataan yang ditandatangani," terangnya.

Namun apabila di kemudian hari ditemukan para pedagang yang melakukan jual beli lapak maka akan menerima konsekuensinya. Di dalam surat pernyataan tersebut juga dicantumkan sanksi sanksi bagi oknum yang menjual lapak sanksi tersebut berupa pemerintah akan menarik kembali telapak kaki yang telah diberikan dan selanjutnya oknum tersebut dikeluarkan dari Pasar Sentral.

"Di dalam surat itu sudah ada item-item yang menjelaskan terkait dengan itu dan ketika dia Langgar berarti pemerintah akan mengambil kembali demi yang bersangkutan juga kami kasih keluar," tegasnya. (Ricky).

Dibaca 138 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.