Minimnya Produksi Jadi Pemicu Tingginya Harga Sapi di Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo

Minimnya Produksi Jadi Pemicu Tingginya Harga Sapi di Kota Jayapura

Ekonomi & Bisnis Penulis  Jumat, 12 Juli 2019 20:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Minimnya pasokan sapi peternakan lokal ditambah meningkatnya permintaan menjadi pemicu tingginya harga daging sapi di Kota Jayapura.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan, populasi sapi hidup di wilayah setempat pada 2018 tercatat sebanyak 5000 ekor lebih untuk semua jenjang umum baik jantan dan betina.

"5000 ekor itu dibagi dengan rata-rata kepemilikan satu orang lima ekor sapi. Yang berternak sapi di Kota Jayapura ada 800 orang," kata Rollo di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (12/7/19).

Sementara itu, konsumsi daging sapi di Kota Jayapura per tahun mencapai 3000 ton. Jumlah ini dari Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Jayapura, yang dipantau melalui kios daging di Kota Jayapura.

"Kenaikan daging sapi dipicu akibat minimnya pasokan dari peternakam lokal. Kalau daging sapi sudah masuk dari luar pastinya bisa mempengaruhi harga daging sapi lokal," tuturnya.

Guna memastikan kebutuhan daging sapi peternakan lokal, pihaknya telah menyusun berbagai program strategis dengan memperkuat aspek pembenihan dan pembibitan untuk menghasilkan benih dan bibit unggul berkualitas.

Diantaranya, dengan kebijakan swasembada daging sapi, lanjut Rollo, dipastikan dapat meningkatkan produksi daging sapi lokal sehingga mencukupi kebutuhan masyarakat dan memperbaiki usaha ternak.

"Saat ini kami mulai dengan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting," jelasnya.

Dibaca 76 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.