DPRD Kota Jayapura Sebut Air Bawah Tanah Semakin Minim | Pasific Pos.com

| 18 November, 2019 |

DPRD Kota Jayapura Sebut Air Bawah Tanah Semakin Minim

Kota Jayapura Penulis  Jumat, 12 Juli 2019 20:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Caption foto : 

Laporan : Ramah

JAYAPURA - Ketua Komisi B DPRD Kota Jayapura Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, Yuli Rahman mengatakan dengan curah hujan yang cukup intens dari Desember-Maret 2019 harus banyak menampung debit air karena air bawah tanah yang ada sekarang ini sudah semakin minim.

"Tempat resapan air sudah menjadi pemukiman warga seperti di Pasar Youtefa dan Organda yang selalu kebanjiran kalau turun hujan karena daeran ini dulunya resapan air sekarang menjadi pemukiman warga," kata Yuli Rahman di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (12/7/19).

Dengan Peraturan Daerah (Perda) RT/RW Nomor 1 Tahun 2014 tentang tata ruang wilayah, menurut Yuli Rahman, daerah mana yang seharusnya dibangun untuk pemukiman warga dan yang tidak boleh dibangun untuk dijadikan pemukiman warga.

"Solusinya harus menanam pohon kembali dan kami sekarang menghimbau kepada warga agar peningkatan jalan lingkungan tidak lagi menggunakan cor jalan tapi menggunakan paving blok sehingga bisa menyerap air sehingga pada saat musim kemarau air tanah bisa menampunh debit air dibawah tanah," katanya.

Selain itu, dikatakan Yuli Rahman, sekarang ini pemerintah Kota Jayapura sedang membangun embung atau tempat penampungan air untuk persediaan air, yang terletak di wilayah Entrop dan Jaya Asri untuk menampung debit air.

"Embung ini pada saat air melimpah tertampung di embung, air tidak keluar sekaligus ke kali," jelasnya.

Dibaca 121 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX