Dirjen PKP Kementerian Desa dan PDTT Resmikan Kawasan Agropolitan Sidey | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Dirjen PKP Kementerian Desa dan PDTT Resmikan Kawasan Agropolitan Sidey

Papua Barat Penulis  Jumat, 12 Juli 2019 14:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Dirjen PKP) pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Harlina Sulistyorini meresmikan Kawasan Agropolitan Sidey di Kampung Sidey Jaya, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Kamis (11/7).

Kawasan agropolitan yang diremikan terdiri dari rice milling unit (RMU), rumah pajang BUMDes Bersama Sidey, pasar kawasan, dan jalan kawasan lingkar pasar kawasan.

Harlina Sulistyorini mengatakan, proses pembangunan kawasan dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi.

Pada saat perencanaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa dan PDTT) mulai menyusun turunan regulasi pembangunan kawasan perdesaan. “Kenapa kawasan karena kami melihat bahwa desa itu berkembang dan mandiri, mereka akan lebih berkembang lagi kalau melakukan kerja sama antardesa. Jadi kawasan ini merupakan kolaborasi antardesa,” katanya.

Dirinya sangat mengapresiasi Distrik Sidey karena BUMDes Bersama itu merupakan gabungan BUMDes dari 12 kampung yang ada di Distrik Sidey. “Luar biasa karena tidak mudah mengumpulkan 12 kampung menjadi satu kawsan. Kawasan ini susah karena partisipatif. Jadi pada saat penyusunan perencanaan, adalah melakukan musyawarah antardesa dan itu tidak mudah menyatukan 12 kepala kampong. Salut karena hanya menjadi satu Bumdes Bersama yaitu Bumdes Sidey Maju Bersama,” sebutnya.

Menurut dia, sejak tahun 2017 Kementerian Desa dan PDTT sebenarnya sudah mulai melakukan intervensi atau menyalurkan bantuan-bantuan, tapi baru mulai fokus pada 2018 dengan pembangunan pasar kawasan dan pengembangan BUMDes bersama.

Selain itu, ada bantuan RMU (Rice Milling Unit) atau mesin penggilingan padi. “Di sinilah mungkin nanti ke depan, mudah-mudahan ini akan semakin maju,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, pada tahun ini ada bantuan untuk pengolahan kakao yang sebenarnya, alatnya sudah ada, hanya saja belum ada ketersediaan tempat. “Jadi kami mohon Bapak Wakil Bupati supaya nanti memfasilitasi teman-teman di distrik ini kira-kira mau ditaruh di mana karena ini semua demi masyarakat. Di mana kira-kira akan ditempatkan, yang aksesnya mudah, gampang dijangkau dan bisa dikembangkan,” ujarnya.

Sementara untuk embung, kata dia, sudah direncanakan tapi karena awal desainnya dua lokasi kemudian dijadikan satu lokasi, sehingga butuh waktu untuk perencanaan teknis design engeneering-nya.

Namun, dia berharap bisa terealisasi sebelum bulan Oktober mendatang. “Yang perlu saya sampaikan adalah kontinuitas atau keberlanjutan. Jadi, saya berpesan, ini kan kita sudah memberi bantuan dan harganya ‘tidak murah’, jadi kami berharap terutama pengelola BUMDes Bersama bisa mengoptimalkan semua sarana dan prasarana yang telah dibantu untuk masyarakat,” sebutnya.

Menurutnya, keberlanjutan itu gampang diucapkan tapi tidak mudah untuk dilaksanakan. Sebelumnya, ada beberapa kasus yang keberlanjutannya menjadi masalah. “Jadi saya berharap nanti teman-teman di sini tidak masalah untuk keberlanjutannya dan untuk mengembangkan lebih tinggi lagi, lebih berkembang lagi terhadap bantuan-bantuan yang sudah kita berikan,” tukasnya.

Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, mengatakan sejak tahun 2018, kegiatan yang telah berjalan di Kawasan Agropolitan Sidey meliputi pembangunan kawasan di Sidey Jaya, pembangunan jalan lingkar pasar di Sidey Jaya, bantuan sarana dan prasarana pengolahan pascapanen hasil produksi pertanian di Sidey Jaya dan pengembangan sarana Bumdes di Sidey Jaya.

Sementara pada tahun 2019, kata dia, terdapat beberapa kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan yakni pembangunan jalan poros antardesa untuk mendukung pengembangan komoditas kawasan di Kampng Sidey Makmur, pembangunan embung di Sidey Baru, bantuan modal dan bantuan alat pengolahan pengembangan produk unggulan kakao berbasis usaha bersama komunitas di Sidey Makmur.

“Beberapa kegiatan yang telah berjalan sangat membantu menjawab kebutuhan petani, misalnya pembangunan RMU yang dapat menghasilkan kurang lebih 3 ton beras setiap kali penggilingan. Alat ini merupakan salah satu alat pascapanen terbaik di Kabupaten Manokwari,” sebut dia.

Untuk rencana pembangunan embung pada tahun 2019 di Sidey Baru, Ia menjelaskan pada awalnya direncanakan di dua lokasi, namun disepakati difokuskan di satu lokasi dengan volume yang lebih besar dan saat ini masih menunggu implementasi pelaksanaannya.

Pembangunan embung itu, menurutnya, sangat diharapkan implementasinya karena terdapat potensi pengembangan sawah kurang lebih 300 hektar yang tersebar di tiga kampung yaitu Sidey Baru, Kaironi, dan Sidey.

“Begitu pula dengan kegiatan lainnya sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas perekonomian kawasan,” ujarnya.

Dia menambahkan, terdapat beberapa lokasi potensial pengembangan kawasan minapolitan dan kawasan pengembangan pariwisata pada beberapa distrik di Kabupaten Manokwari. Oleh karena itu, diharapkan menjadi kawasan baru yang akan disampaikan kepada Kementerian Desa dan PDTT.

Pemkab Manokwari juga mengharapkan agar pada tahun-tahun mendatang ada dukungan yang lebih besar bagi pengembangan kawasan, khususnya bagi pengembangan kawasan agropolitan Sidey sesuai dengan rencana aksi pengembangan kawasan agropolitan Sidey yang telah disusun dan diserahkan kepada Direktur Perencanaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi oleh Tim Koordinasi Kawasan Perdesaan Agropolitan Sidey.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengimbau kepada seluruh pimpinan OPD, kepala distrik, dan kepala kampung, untuk menyinergikan seluruh kebijakan pembangunan dalam mendukung pengembangan kawasan Agropolitan Sidey, sehingga dapat mempercepat tujuan dan sasaran pengembangan kawasan,” tukasnya.

Turut hadir pada kesempatan ini Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Perdesaan, Ditjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa dan PDTT, Luthfy Latief, unsur Forkopimda Kabupaten Manokwari, pimpinan OPD lingkup Pemkab Manokwari, Kepala Distrik Sidey, para kepala kampong se-Distrik Sidey, dan masyarakat setempat. (BNB-R3) 

Dibaca 104 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX