Petani Diminta Manfaatkan Pupuk Organik Untuk Menjaga Kesuburan Tanah | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Lahan pertanian sayuran di jalan baru Pasar Youtefa yang tertutup sedimen lumpur Lahan pertanian sayuran di jalan baru Pasar Youtefa yang tertutup sedimen lumpur

Petani Diminta Manfaatkan Pupuk Organik Untuk Menjaga Kesuburan Tanah

Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 11 Juli 2019 20:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan, penggunaan pupuk kimia hanya 40 persen yang diserap tanaman, 60 persen sisanya mencemari tanah, lingkungan, dan pangan.

Selain itu, penggunaan pupuk kimia menyebabkan tekanan daya guna lahan turut menurun kualitasnya, yang menyebabkan juga penurunan tingkat kesuburan tanah.

"Tentu saja menghambat produksi. Persoalan petani terus meningkat seiring dengan berbagai perubahan. Maka untuk memperoleh tanaman sehat perlu diantisipasi dengan pupuk organik," kata Rollo di Jayapura, Kamis (11/7/19).

Terganggunya kesuburan tanah menjadi persoalan bagi tanaman. Misalnya padi, produksinya menjadi terganggu, sehingga kesuburan tanah tidak bisa diabaikan oleh petani karena setiap lahan yang di tanam komoditas pertanian, gizi yang tersedia dalam tanah diambil oleh tanaman sehingga gizi dalam tanah otomatis berkurang.

"Kondisi nitrogen dalam tanah itu banyak pada saat musim kemarau dan mengakibatkan tanahn pecah. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida barlebih menjadi resiko bagi tanah dalam jangka panjang," ungkap Jean.

Dijelaskan Rollo, pupuk organik adalah salah satu jenis pupuk buatan yang berasal dari mahkluk hidup, seperti sisa tanaman atau bahkan sisa kotoran kambing atau sapi, yang diolah untuk memberikan unsur hara pada tanaman.

"Langkah-langkah yang disiapkan, yaitu dengan input pupuk organik dalam setiap penanaman sehingga dapat memperbaiki struktur tanah. Struktur tanah yang sudah diperbaiki dapat dilihat dari produksinya yang terus meningkat, namun bila produksi menurun kemungkinan besar gizi dari tanah menjadi sedikit," ungkapnya.

Dibaca 95 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.