SMAN 2 Manokwari tidak Seutuhnya Menerapkan Sistem Zonasi dalam PPDB | Pasific Pos.com

| 12 December, 2019 |

SMAN 2 Manokwari tidak Seutuhnya Menerapkan Sistem Zonasi dalam PPDB

Papua Barat Penulis  Rabu, 10 Juli 2019 13:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, SMAN 2 Manokwari tidak sepenuhnya menerapkan system zonasi. Hal itu lantaran belum ada dasar pembagian zonasi kepada setiap sekolah.

Kepala SMAN 2 Manokwari, Adrianus Hara, mengatakan tahun ini pihaknya menerima 360 siswa/i baru sesuai dengan pembagian dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat. Sesuai ketentuan, kata dia, setiap kelas diisi oleh 36 siswa/i.

“Tapi, bisa lebih dari 36 siswa, bisa sampai 40 orang. Tapi tidak boleh 40 siswa per ruangan,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/7).

Soal PPDB, diakuinya bahwa di Papua belum 100 persen melaksanakan sistem zonasi. Sekalipun SMAN 2 Manokawri ditetapkan sebagai sekolah zonasi, pihaknya belum sepenuhnya melaksanakan itu.

“Ini tidak bisa dibilang bahwa ini kesalahan kami sekolah tapi berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Menteri Dalam Negeri, surat itu disampaikan ke gubernur, dan gubernur perintahkan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan. Tugas Dinas Pendidikan adalah mendata sekolah yang ada,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan untuk mengeluarkan kartu keluarga (KK). Berdasarkan KK itulah pemerintah provinsi membuat SK pembagian berdasarkan zona.

“Misalnya SMAN 2 dia terima batasannya di mana,” sebutnya.

Seharusnya, kata dia, Dinas Pendidikan Papua Barat mengundang pada kepala sekolah untuk mengikuti bimtbingan teknis (Bimtek) dan dilakukan pembagian sekolah berdasarkan zona yang ada.

Diakuinya baru-baru ini ada bimtek di Sorong dan salah satu wakil kepala sekolah mengikuti kegiatan itu. Tapi dalam kegiatan itu, tidak detail membicarakan masalah pembagian zona.

“Hanya SMA 2 terima siswa sekian, SMA 1 sekian begitu saja,” ungkapnya.

Karena tidak ada batasan yang jelas mengenai zona, pihaknya sendiri berinsiatif untuk membuat batasan daerah/kelurahan yang anaknya bisa mendaftar di SMAN 2 Manokwari.

“Jadi kami kemarin cantumkan dalam persyaratan itu bahwa SMAN 2 Manokwari terima itu adalah dari Kelurahan Wosi, Sowi, dan Sanggeng, tapi untuk Sanggeng hanya Sanggeng Tengah sampai Swapen Bahari dan Biryosi. Itu yang masuk di SMA 2. Tapi itu tadi, orangtua kan yang memilih. Kita tidak bisa membatasi, ada juga yang di luar zona. Bukan hanya kita di SMA 2 saja. Kita maklumi karena itu dasarnya belum dan ini harus perlu ada sosialisasi,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika sistem zonasi hanya diberikan langsung kepada sekolah untuk melaksanakan, maka dari ke tahun tetap mengalami kendala. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya sudah menyarankan kepada Dinas Pendidikan agar penerimaan siswa baru dilakukan di Dinas Pendidikan.

“Panitia mungkin dari Dinas Pendidikan, kekurangan tenaga bisa merekrut panitia dari SMA 1 dan 2. Sementara pendaftaran semua dilakukan di dinas, sehingga dinas yang mengatur dan bagi berdasarkan zona. Itu baru bisa aman. Tapi kalau lepas langsung ke sekolah masing-masing tidak bisa,” tukasnya. [BNB-R4]

Dibaca 115 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.