Satreskrim Polres Jayapura Berhasil Ungkap Sindikat Curanmor antar Daerah | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, SH. MH, S. IK, didamping pejabat utama Polres Jayapura sedang memperlihatkan barang bukti motor curian di Obhe Rei May Polres Jayapura, Selasa (09/7) siang. Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, SH. MH, S. IK, didamping pejabat utama Polres Jayapura sedang memperlihatkan barang bukti motor curian di Obhe Rei May Polres Jayapura, Selasa (09/7) siang.

Satreskrim Polres Jayapura Berhasil Ungkap Sindikat Curanmor antar Daerah

Kriminal Penulis  Selasa, 09 Juli 2019 20:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI – Jajaran Reskrim Polres Jayapura berhasil membongkar sindikat jaringan curanmor yang selama ini beroperasi di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.

Dalam pengungkapan tersebut, tim Satreskrim Jayapura yang bekerja sama dengan seluruh Polsek jajaran berhasil mengamankan 16 unit sepeda motor yang diamankan dari berbagai lokasi.

“Untuk pengungkapan kasus curanmor ini ada 3 kelompok yang mana dari ketiga kelompok ini terus kita kembangkan. Karena memang modus operandi dari curanmor yang kita temukan ini, banyak barang bukti motor ini berasal dari luar wilayah hukum Polres Jayapura” kata Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, SH. MH, S. IK, di Obhe Rei May, Selasa (09/7) siang.

Kapolres mengatakan, 6 orang dari kelompok tersebut sudah diamankan anggotanya. Ia juga munuturkan bahwa tidak semua kasus curanmor yang berhasil diungkap ini berasal di wilayah hukum Polres Jayapura saja. Beberapa kasus diantaranya berasal dari Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura.

“Jadi mereka ini sistemnya sudah berjaring dengan kelompok-kelompok yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom” tambah Victor.

Ditanyai soal base atau tempat dijadikan sebagai pusat bagi para pelaku curanmor ini untuk merencanakan aksi dan menyimpan motor hasil curian, Victor mengungkapkan bahwa para pelaku ini punya tempat transit.

“Modus yang dipakai adalah rumah keluarga mereka, motor hasil curian ini ditaru dan kemudian dia pergi nanti begitu sudah dianggap aman barang ini sudah ada pembelinya lalu diambil untuk dijual” tambahnya.

Diungkapkannya, motor hasil curian ini dijual ke penadah dengan harga yang relative sangat murah dengan kisaran antara Rp. 2 juta – Rp. 3 juta.

“Itu untuk jensi motor bebek. Tapi untuk jenis matic ini bisa sampai dengan Rp. 4 – Rp. 5 per motornya” pungkas Kapolres.

Dibaca 93 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.