Dukung Polri, KKSS Papua Barat Gelar Doa Bersama | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Dukung Polri, KKSS Papua Barat Gelar Doa Bersama

Papua Barat Penulis  Selasa, 09 Juli 2019 14:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua Barat menggelar doa bersama di Sekretariat KKSS sebagai wujud dukungan terhadap Polri yang memperingati HUT Bhayangkara ke-73, 1 Juli 2019 di Sekretariatnya, Sabtu (6/7) sekitar pukul 21.00 WIT.

Wakil Ketua I KKSS Provinsi Papua Barat, Abdul Fatah menuturkan, KKSS sudah mempunyai komitmen untuk menjaga kebersamaan, persatuan, dan kesatuan.

“Setiap ada kegiatan, meski itu skupnya di tingkat kabupaten, kami selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat, warga KKSS khususnya, untuk saling membagi terhadap saudara-saudara kita, baik saudara di KKSS maupun etnis lain,” jelas Fatah kepada para wartawan di Sekretariat KKSS Provinsi Papua Barat, Sabtu (6/7).

Diungkapkannya, imbauan dan petunjuk dari para petinggi KKSS berpotensi menjadi perekat terjaganya persatuan dan kesatuan. Lanjut Fatah, meski sering terjadi gesekan di luar Papua Barat, tetapi pihaknya selalu menjaga keamanan di Papua Barat, khususnya di Manokwari.

Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya yang bersinergi dan berhubungan baik, maka jika terjadi gesekan, selalu ada langkah cepat untuk duduk bersama menyelesaikannya guna menghindari gesekan atau benturan yang menyebabkan situasi kamtibmas menjadi tidak kondusif.

“Kita sudah punya komitmen, di mana tanah ku pijak, di situ langit dijunjung. Artinya, kita selalu mengutamakan kebersamaan untuk terwujudnya persatuan dan kesatuan. Kalau terjadi konflik, baik itu etnis atau penyebabnya politik, kami selalu imbau warga kami untuk menjaga keutuhan NKRI,” klaim Fatah.

Terkait polemik hasil pemilihan umum, kata Fatah, sebagai warga negara yang baik, tentunya mempunyai hak dipilih dan memilih, tetapi perlu diketahui jika hal itu bisa dipahami secara baik, tentu segala hal yang berpotensi menimbulkan konflik bisa diminimalisir.

Lanjut dia, yang menjadi persoalan ketika seseorang ikut serta dalam kompetisi politik atau apa saja, tentunya ada yang kalah dan menang yang berpotensi menimbulkan ketidakpuasan di pihak yang kalah.

“Kita seharusnya bisa menerima keadaan. Kami tidak bisa pungkiri, kami di KKSS juga ada perbedaan dan terdapat beberapa pengurus partai politik, tetapi bersyukur, kami di KKSS Papua Barat tetap menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI. Apa yang terjadi di luar, bisa menjadikan Papua dan Papua Barat sebagai contoh bahwa kita selalu menjaga kebhinekaan, sehingga apa pun yang terjadi di luar kami, tidak akan terpengaruh dari luar sana,” papar Fatah.

Terkait hoax yang sering menimbulkan instabilitas sosial, ia menerangkan, salah satu hasil sosialisasi dari pemerintah bahwa masyarakat jangan terlalu cepat menerima atau mengonsumsi informasi yang beredar, perlu dicek kebenaran informasinya.

Sementara terkait momentum HUT Bhayangkara ke-73, dirinya berharap Polri bisa menjadikannya evaluasi, karena tidak sedikit, ada tindakan oknum kepolisian yang bisa mencederai kesatuan yang berindikasi menimbulkan rasa ketidaksenangan terhadap institusi Polri.

“Padahal itu hanya oknum. Semoga di HUT Bhayangkara ke-73 ini, Polri tetap dicintai masyarakat demi kejayaan bangsa dan NKRI,” tandas Fatah. [CR45-R1]

Dibaca 68 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.