Tim PKBM Kaimana Supervisi Persiapan Akreditasi Puskesmas Loba | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Tim PKBM Kaimana Supervisi Persiapan Akreditasi Puskesmas Loba

Papua Barat Penulis  Selasa, 09 Juli 2019 13:59 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Tim Pelayanan Kesehatan Berbasis Masyarakat (PKBM), Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat tahun 2019 melakukan supervisi tentang proses penetapan alur pelayanan kesehatan yang dapat diketahui petugas medis maupun masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lobo, Distrik Kaimana Kota, Kamis (4/7) pekan lalu.

Ketua Tim PKBM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat tahun 2019 Daerah Pedalaman Kaimana, Willy Wamaer, SKM mengatakan,  tahun ini pihaknya baru memulai peningkatan mutu pelayanan untuk akreditasi Puskesmas Lobo.

“Jadi target pertama kami, persiapan dengan melakukan supervisi. Diharapkan, petugas medis di Puskesmas Lobo memaksimalkan ruang yang ada di Puskesmas. Mulai dari pasien datang, loket pendaftaran seperti apa, sampai pasien tersebut bertemu dokter, kalau memang perlu mendapatkan pemeriksaan laboratorium bagaimana alurnya, dan kalau pasien mendapatkan obat alurnya juga seperti apa,” kata Wamaer kepada Tabura Pos di Kaimana, pekan lalu.

Jadi ungkap dia, inti dari supervisi yang dilakukan adalah bagaimana menetapkan satu alur pelayanan kesehatan di Puskesmas Lobo yang diketahui petugas medis dan masyarakat secara bersama-sama.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat ini menambahkan, dari supervisi singkat yang dilakukan ternyata menemukan beberapa persoalan atau kendala di Puskesmas Lobo, diantaranya belum ada kerja sama antara lintas sektor.

“Belum ada rapat-rapat yang dilakukan petugas medis untuk melibatkan pihak kecematan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kepala kampung dan lainnya sebagainya. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat membuat perencanaan untuk melibatkan lintas sektor dalam menangani kesehatan di Puskesmas Lobo. Jangan sampai ketika puskesmas ini mendapatkan akreditasi kemudian kembali menjadi nol,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, strateginya adalah melibatkan lintas sektor untuk berperan sebagai fungsi control terhadap pelayanan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Lobo. “Kalau tidak ada orang yang menilai kinerja kita, maka kita anggap kinerja kita sudah maksimal pada hal belum tentu. Justru itu, maka kita harapkan teman-teman di puskesmas sudah memulai membuka diri untuk menerima kritik dan saran dari masyarakat. Bagaimana untuk memilimasir kritik itu, maka perlu ada kerja sama antara lintas sektor, masyarakat terutama baperkam, sehingga kita bisa tahu maunya masyarakat seperti apa untuk pelayanan kesehatan,” ujar Wamaer.   

Lebih lanjut, kata dia, dengan kondisi lingkungan yang tidak ada air bersih, membuat kampung Jarati sangat memprihatikan. Diharapkan, tenaga medis di puskesmas pro-aktif memulai dari dalam puskesmas dan memberikan contoh agar masyarakat bersedia berperilaku hidup sehat.

“Puskesmas bukan saja menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga harus menjadi contoh. Kalau paragdima dulu, puskesmas hanya melayani pelayanan kesehatan tetapi sekerang puskesmas harus menjadi tempat informasi dan tempat pembelajaran kesehatan,” tukas Wamaer.

Disinggung apakah supervisi bagi tenaga medis di puskesmas bagian dari tujuan tim, ia mengaku, karena pihaknya sambil memberikan pelayanan, sehingga pihaknya melihat dari lapangan hingga ke dalam gedung.

Secara kompleks, apa kekurangannya itulah yang diberikan masukan kepada teman-teman medis di puskesmas, tetapi juga kepada kepala dinas kesehatan. “Kami akan buat laporan ke kepala dinas kesehatan provinsi, untuk menjadi bahan diskusi dan mengangkat isu-isu ini,” kata Wamaer.      

Menanggapi adanya supervisi yang dilakukan tim PKBM Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat tahun 2019, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Kaimana, Arifin Sirfefa mengakui ada beberapa puskesmas yang sudah mendapatkan supervisi, baik di puskesmas di kampung Yamor, kampung Kambala dan di daerah Arguni.

Hanya saja, lanjut dia, dari supervisi yang dilakukan untuk menuju akreditasi puskesmas di Oktober mendatang, dari sejumlah arahan-arahan yang diberikan ke puskesmas. Masih ada kendala dan kekurangan yang dihadapi. Untuk itu, masih diupayakan untuk membenahi secara bertahap baik sarana dan prasarana kesehatan maupun alat kesehatannya.

“Semua ini memang sudah ada dalam perencanaan kami pada APBD tahun 2019 ini. Tetapi kalau semuanya tidak terpenuhi, kita akan anggarkan di APBD perubahan atau APBD tahun 2020 mendatang,” kata Sirfefa kepada Tabura Pos di ruang kerjanya.

Diakuinya, bahwa sesuai dengan tujuan akreditasi puskesmas, pihaknya belum bisa melengkapi seluruh persyaratannya, namun akan diupayakan secara bertahap. “Intinya, lewat akreditasi ini petugas medis di puskesmas lebih tahu tentang SOP-nya, dan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) kira-kira hal-hal apa yang bisa membantu puskesmas. Sebenarnya akreditasi puskesmas ini lebih pada manajemennya. Intinya kalau manajemen bagus, maka pelayanan bagus,” tukasnya.

Sementara itu, Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Lobo, Admat J. Serah sangat mengapresiasi tim PKBM, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang telah melakukan supervisi dalam rangka persiapan menuju akreditasi Puskesmas Lobo dan beberapa puskesmas lainnya di Kaimana.

“Intinya, kami membangun sistem kerja bersama dan catatan-catatan yang telah diberikan tim PKBM kepada kami, kami akan segera menindaklanjutinya. Kami juga berharap supervisi yang dilakukan tidak hanya satu kali saja, tetapi kedepannya perlu ada supervisi – supervisi yang terus dilakukan guna peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Lobo,” harap dia.

Dirinya mengakui, sejauh ini perhatian dari pemkab Kaimana terhadap alat-alat kesehatan di Puskesmas Lobo sudah sangat maksimal, hanya masih kurang pembakaran sampah medik. “Sejauh ini kita masih memanfaatkan ruang yang ada untuk pembakaran sampah medik sederhana,” kata Serah.

Pantauan koran ini, supervisi yang dilakukan Tim PKBM Papua Barat lebih pada penataan alur administrasi dan manajemen pelayanan kesehatan. Selain itu, ada juga pembinaan khusus bagi apoteker di Puskesmas Lobo tentang bagaimana penataan obat-obatan yang baik, dan juga pemanfaatkan ruang yang ada di Puskesmas Lobo.  [FSM-R3]

Dibaca 66 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.