STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Manokwari Lepas 167 Wisudawan | Pasific Pos.com

| 13 November, 2019 |

STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Manokwari Lepas 167 Wisudawan

Papua Barat Penulis  Selasa, 09 Juli 2019 13:56 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Manokwari melepas 167 wisudawan pada acara wisuda yang dilaksanakan di Valdos Hotel, Manokwari, Sabtu (6/7). Dari jumlah itu, STIH Bintuni melepas 27 wisudawan dan STIE Mah Eisa melepas 140 wisudawan.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang diwakili oleh Asisten III Sekda Provinsi Papua Barat, Raymond Yap pada kesempatan itu menyampaikan, BPS dalam rilis data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia usia antara 16-32 tahun berjumlah 61,8 juta orang (24,5 persen) dari total 250 juta penduduk Indonesia. Secara kuantitas, angka itu cukup besar dan Indonesia akan menikmati suatu era yang disebut bonus demografi.

Menurutnya, bonus demografi menjadi peluang yang sangat strategis untuk semua negara guna dapat melakukan percepatan ekonomi dengan dukungan ketersediaan SDM usia produktif dalam jumlahyang cukup signifikan.

Untuk Indonesia, kata dia, secara sederhana dari setiap 100 penduduk terdapat 60 orang yang berusia produktif. Sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan penduduk lanjut usia (lansia).

“Tantangan untuk STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa Manokwari adalah apakah akan mampu memanfaatkan waktu terbaik antara 2020 -2035, apakah dengan jumlah penduduk usia muda yang besar itu STIH Bintuni dan STIE Mah Eisa bisa menjadi bagian yang akan membawa anak bangsa menjadi bangsa yang maju ataukah sebaliknya semakin terpuruk karena semakin banyak usia muda yang SDM-nya lemah dan tidak produktif,” katanya.

Dia menegaskan, bonus demografi harus bisa dimanfaatkan, sehingga harus dipersiapkan dari sekarang. Untuk itu. Pemprov Papua Barat mengharapkan adanya kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk terus berupaya dan konsisten menjabarkan pembangunan dengan meningkatkan SDM sebagai prioritas utama.

Para sarjana yang dihasilkan itu, katanya, sangat dibutuhkan peran sertanya pada bonus demografi di tahun 2020-2035. Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap para sarjana harus bersiap-siap menghadapi dan memasuki era tersebut dengan terus belajar dan belajar, meng-upgrade diri dan kompetensi, sehingga kemampuan yang dimiliki dapat diaplikasi bagi kehidupan di manapun berada.

“Kini saudara dilepas masuk ke kancah dunia nyata. Di mana kancah dunia nyata itidak sepenuhnya selaras dengan dunai teoritis ideal yang sudah peroleh di perguruan tinggi. Oleh karena itu, harapan saya saudara-saudara harus mampu mengarungi samudera dan belantara kehidupan, menguak takbir perekonomian guna merangkai kembali kondisi keterpurukan kehidupan sosial, keterbelakangan, kemiskinan yang berdampak pada ketidakadilan kontribusi sumber daya dan hilangnya kemandirian masyarakat dan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap upaya penguatan di berbagai tingkat kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dari 167 orang sarjana yang diwisuda itu, ada yang sudah bekerja dan ada yang belum bekerja. Bagi yang sudah bekerja baik di pemerintahan maupun di dunia usaha diharapkan ada nilai tambah yang memacu kinerja menjadi lebih baik. Sedangkan bagi yang belum bekerja, jangan menggantungkan harapan sepenuhnya untuk menjadi pegawai negeri.

“Liriklah dunia usaha serta ciptakan pekerjaan di berbagai bidang bisnis dan profesi lainnya,” tukasnya.

Ketua LL Dikti Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Mofu, meminta pimpinan STIE Mah Eisa dan STIH Bintuni Manokwari untuk terus meningkatkan kualitas dan akreditasi agar ke depan terus mengembangkan diri menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Tanah Papua.

Secara kualitas, kata dia, kedua perguruan tinggi (PT) itu sudah nyata. Apalagi lokasi kampus ada di ibukota provinsi, sehingga ada banyak mahasiswa yang sudah bekerja.

Dia juga meminta dukungan Pemprov Papua Barat, terutama dalam upaya pengembangan laboratoirum (lab) terpadu di Papua dan Papua Barat.

“Saya ingin bangun lab yang bisa melayani semua PT. Jadi satu lab dibangun di Manokwari dikelola oleh Kemenristekdikti dan digunakan secara bersama oleh semua PT yang ada. Nanti di tiap kabupaten akan dibangun tetapi untuk membangun lab kita tidak bisa langsung bangun, kita akan lakukan kajian akademik, studi kelayakan tentang pengembangan lab terpadu di dua provinsi ini.

Ketua STIH Bintuni Bintuni Manokwari, Robert K. R Hammar, mengatakan wisudawan sekarang disebut cendekiawan atau cerdik pandai yang memiliki kebijaksanaan, cinta kebernaran, dan ilmu pengetahuan. Hal itu sejalan dengan moto kedua kampus ini, yakni ‘Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Cinta Kasih’.

“Oleh karena itu, saudra-saudara harus benar-benar mempersiapkan dan memantapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang melanda dunia. Era kemudahan teknologi ini mengindikasikan saudara dan kita semua harus mampu menaklukkan perkembangan teknologi kekinian yang sadar atau tidak sadar mengganggu hubungan kemanusiaan kita,” tegasnya.

Wisudawan, kata dia, harus ingat dan mencamkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia. Untuk itu, ilmu yang telah diraih meski diibaratkan setitik air di tengah samudera, namun dapat membawa perubahan atas cara berpikir, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Keberhasilan yang diraih saat ini bukan sekadar usaha saudara semata. Banyak pihak turut berkontribusi terhadap keberhasilan itu. Untuk itu, mereka pantas dan memiliki prioritas utama untuk disampaikan terima kasih dan penghargaan. Keberhasilan saat ini merupakan persembahan terbaik kepada orangtua, suami, istri, dan keluarga besar,” sebutnya.

Perwakilan wisudawan, Oktavia Darwiyani Sudarwi, mengatakan wisuda bukan menjadi akhir dari perjuangan. Justru, kata dia, menjadi awal perjuangan para wisudawan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh kepada Tuhan dan sesama di manapun berada.

Dia juga mengatakan bahwa sehebat apa pun, jika tidak ditunjukkan, maka tidak akan mendapatkan pengakuan. Oleh karena itu, dia mengajak sesama wisudawan untuk menunjukkan kemampuan kepada dunia.

“Hilangkan ego karena hidup tidak hanya tentang kebahagiaan sendiri tapi tentang berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan dan Tuhan akan memberikan jalan kepada kita. Yakinlah bahwa semua indah pada waktunya,” tukasnya.

Hadir pada acara wisuda itu para pimpinan Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, para orangtua wisudawan, serta undangan. [BNB-R4]

Dibaca 91 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX