Terlambat Menginput, DAK Terancam tidak Bisa Dicairkan | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Terlambat Menginput, DAK Terancam tidak Bisa Dicairkan

Papua Barat Penulis  Selasa, 09 Juli 2019 13:56 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) harus menginput program dan kegiatan DAK sesuai tahapan dan tepat waktu. Jika terlambat menginputnya, DAK terancam tidak bisa dicairkan.

Sekda Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatita, mengatakan dari beberapa OPD pengelola DAK di Kabupaten Manokwar, Dinas Kesehatan dan RSUD Manokwari merupakan dua OPD yang paling akhir menginput program dan kegiatan DAK. “Itu terakhir rumah sakit dan kesehatan. Insya Allah mudah-mudahan semua sudah ada,” kata Makatita kepada wartawan di Hotel Solideo Gloria, SMKN 3 Manokwari, Sabtu (6/7).

Menurut dia, dua instansi itu paling akhir melakukan penginputan karena punya banyak kegiatan. Namun, diakuinya bahwa sebenarnya penginputan DAK itu pun sudah terlambat.

“Dan agak terlambat, padahal itu sudah disampaikan berulang-ulang pada saat apel baik oleh Pak Bupati, maupun oleh saya pada saat apel dan alasannya macam-macam. Tunggu kita harus bersuara keras dulu baru mereka mulai berpacu. Sebenarnya kebiasan-kebiasaan ini tidak boleh terjadi di OPD-OPD karena mereka sudah tahu apa tugas dan tanggung jawab mereka dan harus dilakukan sebelum jatuh tempo,” tegasnya.

Menyoal ancaman bila OPD terlambat menginput program dan kegiatan DAK, Makatita mengatakan, pelaksanaan kegiatan DAK mengikuti tahapan-tahapan. Jika terlambat menginput dan tahapan itu sudah lewat, maka pelaksanaan kegiatan berjalan tanpa ada DAK.

“Jadi kalau tahapan-tahapan tidak diikuti, tahapannya lewat, orang bekerja dan DAK tidak bisa cair. Kalau DAK tidak bisa cair, nah ini kan konsekuensinya kepada pembayaran pihak ketiga yang lagi bekerja. Ini yang perlu diperhitungkan waktunya karena semuanya sudah ada time limit-nya masing-masing,” sebutnya.

Soal item-item yang perlu diinput oleh OPD sebagai pengelola DAK, dia mengatakan, yakni pekerjaan yang akan dilaksanakan, spesifikasi pekerjaan, dan waktu pelaksanaan kegiatan.

“Dengan demikian, pada saat orang mau melakukan, masuk dalam sistem untuk lelang, jadwal itu mereka sudah punya, sudah bisa lihat,” tukasnya. (BNB-R3)

Dibaca 46 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX