BNNP-PB Dorong Pembentukan BNN di Kabupaten Mansel | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

BNNP-PB Dorong Pembentukan BNN di Kabupaten Mansel

Papua Barat Penulis  Minggu, 07 Juli 2019 00:05 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat, mendorong pembentukan BNN tingkat kabupaten di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Upaya itu setidaknya terlihat ketika BNNP Papua Barat, menggelar rapat koordinadi bersama instansi teknis di Kabupaten Mansel, beberapa waktu lalu.

Kabid Rehabilitasi BNNP Papua Barat, dr.Arianta Damanik menjelaskan, Kabupaten Mansel merupakan daerah yang strategis, karena berada diantara Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan Pegunungan Arfak.

Ia mengungkapkan, sebagai daerah transit untuk menuju ketiga kabupaten tersebut, maka Kabupaten Mansel dirasa perlu membentuk sebuah lembaga Badan Narkotika Nasional Kabupaten/BNNK, untuk mencegah peredaran dan juga menangani korban penyalahgunaan narkotika.

Untuk itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan dinas terkait dalam rangka kerjasama penanganan kasus narkotika dimana melalui rapat koordinasi instansi terkait ini, akan menyusun berbagai program untuk peningkatan pelayanan dan penanganan narkotika.

Ia menambahkan, Bupati Markus Waran sangat antusias untuk membentuk BNNK di Kabupaten Mansel, namun masih terkendala dengan kajian akademik.

Selain itu, kata dia, saat ini BNN Pusat sedang memberlakukan moratorium pembentukan BNNK, tetapi apabila di suatu daerah sangat membutuhkan pembentukkan BNNK, maka dapat dilakukan.

Ia menambahkan, inisiasi pembentukan BNNK di Provinsi Papua Barat, baru dilakukan di Sorong dan Kabupaten Manokwari Selatan.

“Jadi kami ke sini untuk koordinasi dengan instansi terkait, untuk menyusun program kerjasama, misalnya dengan dinas kesehatan, kami bisa membantu memberikan pelatihan petugas medis cara penanganan pasien penyalahan gunaan narkoba, karena pasien narkoba harus ditangani dengan cara berbeda dari pasien umum. Jadi sebelum itu, kami harus membuat kerja sama dengan pemda Mansel" ujarnya.

Sebelumnya dalam sesi diskusi, dirinya mengungkapkan jika Kabupaten Mansel saat ini menjadi daerah singgah para pengedar Narkoba, karena letaknya yang berdekatan dengan beberapa kabupaten lain sedangkan pengawasan yang masih minim mengingat belum ada Polres dan lembaga terkait lainnya.

"Kabupaten Mansel sekarang ini jadi daerah singgah pengedar narkoba, karena mereka tahu pengawasan disini masih terbatas, belum ada polres, mereka juga bisa lari ke hutan ke desa-desa yang jauh. Jadi pergerakan mereka tidak mudah dideteksi. Belum lagi petugas medis disini juga belum terlatih menangangi pasien penyalahgunaan narkoba,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Hukum dan HAM Kabupaten Mansel, Yacob Yapen mengatakan, draft usulan pembentukkan kelembagaan BNNK sudah dimasukkan ke DPRD Mansel dan akan dibahas, kemudian diusulkan ke provinsi untuk ditindaklanjuti hingga ke tingkat pusat. [CR35-R4] 

Dibaca 170 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX