Ikut Sarasehan, Petani Sampaikan Permasalahan | Pasific Pos.com

| 18 October, 2019 |

Ketua KTNA Kabupaten Merauke, Slamet Purwadi saat memberi arahan (foto:iis) Ketua KTNA Kabupaten Merauke, Slamet Purwadi saat memberi arahan (foto:iis)

Ikut Sarasehan, Petani Sampaikan Permasalahan

Papua Selatan Penulis  Jumat, 05 Juli 2019 17:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua KTNA Kabupaten Merauke, Slamet Purwadi mengemukakan bahwa mimbar sarasehan memang sudah diatur dalam ADRT KTNA sehingga tidak ada rapat atau musyawarah namun yang ada hanyalah rembuk dimana KTNA bertemu dengan pemerintah dalam sebuah wadah yang disebut mimbar sarasehan. Sejumlah permasalahan dapat disampaikan dalam sarasehan ini namun harus secara rasional dan benar-benar terjadi. Pihak pemerintah juga akan memberikan tanggapan dan pendapat terkait dengan masalah yang disampaikan petani serta mencari solusi terbaik.

Dalam hal ini akan ditangani langsung oleh dinas-dinas yang berkompeten. Bahkan tidak hanya dari pihak pemerintah saja solusi diharapkan namun dalam mimbar ini solusi dapat juga disharing oleh petani yang berhasil. “Jadi forum ini adalah forum kekeluargaan dimana semua pihak bisa menyampaikan pendapat dan solusi agar dapat membantu petani-petani lain. Misalnya solusi untuk masalah ketahanan pangan maka bisa saja petani yang sudah trampil dan berpengalaman membantu memberi solusi namun tetap diatur oleh dinas yang berwenang,”ujarnya di hadapan peserta mimbar sarasehan di GOR Hiad Sai belum lama ini.

Selain mimbar saresehan pihaknya juga sudah melaksanakan rembuk madya dan hasil yang sudah ditetapkan akan dilaksanakan oleh KTNA Kabupaten dan disepakati pula oleh KTNA Distrik. Beberapa waktu lalu pengurus pernah mengikuti rembuk utama di Palembang guna menentuk siapa yang akan diberikan tanda kehormatan atau penghargaan. Pihaknya dalam kesempatan itu mengusulkan sosok Johanes Gluba Gebze yang saat itu menjadi bupati untuk menerima penghargaan dari Presiden SBY. Tepatnya pada tanggal 7-7-2007 silam dan ini sudah disetujui oleh KTNA Nasional.

Hal tersebut benar-benar diperjuangkan karena pada tahun 2007 kondisi pertanian Merauke sudah berkembang dengan cukup pesat bahkan dikenal luas. Begitu pula saat di Malang juga telah diusulkan untuk mendapat penghargaan berupa lencana emas kepada bupati berikutnya, yakni Romanus Mbaraka. “Saya sebagai wakil para petani sudah memperjuangkan itu dan Merauke sekarang sudah sangat dikenal secara nasional, terkait dengan kiprah KTNA Merauke hingga soal lumbung pangan yang memang tidak terlepas dari kiprah para petani.

Dibaca 78 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.