Bocah Penderita Tumor Ganas Meninggal Dunia di Jakarta | Pasific Pos.com

| 17 October, 2019 |

Bocah Penderita Tumor Ganas Meninggal Dunia di Jakarta

Papua Barat Penulis  Jumat, 05 Juli 2019 14:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Akhirnya, Ananias Wambay (11 tahun), bocah yang menderita tumor ganas, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN), dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (4/7) sekitar pukul 01.30 WIT.

Kabar ini dibenarkan Komunitas Peduli Kemanusiaan (KPK) Manokwari setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga Ananias Wambay yang masih berada di Jakarta.

Berpulangnya bocah yang duduk di bangku kelas IV SD di Manokwari ini, tentunya memberikan rasa pilu dan sedih keluarga korban, KPK Manokwari, dan beberapa donatur yang telah memberikan bantuan terhadap proses pengobatan Ananias Wambay.

Direncanakan, jenazah Ananias Wambay akan dibawa dari Jakarta menuju Manokwari menumpang salah satu maskapai penerbangan untuk disemayamkan di Manokwari.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, Ananias Wambay terpaksa terbaring lemah di RSUD Manokwari akibat menderita tumor ganas yang dideritanya sejak awal Januari 2019.

Leo Wambay, orang tua dari Ananias Wambay mengatakan, dokter meminta anaknya dirawat, karena menderita penyakit tumor ganas yang menyerang di bagian wajahnya.

Pria yang berprofesi nelayan ini menerangkan, pihak keluarga tidak menyangka anaknya bisa menderita tumor ganas, karena awalnya hanya mengeluh sakit gigi. Kurang lebih 2 bulan menderita sakit gigi, pipi anaknya mulai membengkak dan mengeluarkan darah dari hidung, sehingga pihak keluarga sepakat membawa Ananias Wambay untuk diperiksakan di RSUD Manokwari, Maret 2019 silam.

“Waktu berobat, dokter kasih 3 macam obat untuk Ananias, minum, tetapi minum obat sampai detik ini belum ada perubahan. Tepatnya hari Kamis, Ananias menangis dan bilang pipinya mau meledak. Saat itu bengkaknya mulai naik sampai besar kayak begini,” ungkap Leo Wambay kepada Tabura Pos di RSUD Manokwari, Senin (13/5).

Akhirnya, Ananias Wambay pun harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Manokwari, meski kondisi perekonomian keluarganya sangat kekurangan. Akibat penyakit yang dideritanya itu, Ananias Wambay tidak bisa beraktivitas selayaknya anak-anak seusianya, bahkan tidak bisa lagi melanjutkan sekolah.

Kala itu, dirinya mengucapkan terima kasih untuk Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan dan Edy Budoyo serta pihak-pihak yang telah memberikan perhatian terhadap anaknya guna mendapatkan pengobatan secara maksimal.

Sementara itu, informasi yang diterima Tabura Pos, kemarin, kepulang Ananias Wambay menghadap Sang Pencipta menjadi pembahasan di media sosial (medsos) dan turut mendoakan agar almarhum bisa tenang di sisi Tuhan. [BOM-R1] 

Dibaca 84 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.