Minum Obat Cacing Untuk Mencegagan Kaki Gajah | Pasific Pos.com

| 13 November, 2019 |

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari

Minum Obat Cacing Untuk Mencegagan Kaki Gajah

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Kamis, 04 Juli 2019 15:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Dinas Kesehatan Kota menargerkan pada 2020 semua warga Kota Jayapura, Papua sudah minum obat cacing untuk mencegagan kaki gajah atau filariasis.

"Ini tahun keempat kami ajak masyarakat minum obat cegah kaki gajah. Jadi, kami mau eliminasi 2020. Setiap tahun kami target 100 ribu warga minum obat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (3/7/19).

Sejak digulirkannya program pencegahan kaki gajah (filariasis), Dinkes setempat gencar mengajak masyarakat untuk minum obat kaki gajah satu kali dalam setahun karena bila terkena kaki gajah tidak bisa dikembalikan seperti semula.

"Penyebab kaki gajah ditularkan oleh gigitan nyamuk yang membawa parasit nemtoda maka semua orang harus minum obat. Target kami tahun ini sasaran diatas 65 persen atau 376.660 usia 2 tahun hingga 70 tahun dari jumlah penduduk Kota Jayapura yang sudah mencapai 418 ribu jiwa lebih untuk minum obat kaki gajah," jelasnya.

Guna memastikan masyarakat mendapatkan obat kaki gajah, dikatakan Ni Nyoman, Pemerintah Kota Jayapura menyedilan posko, agar warga yang belum terjangkit maupun yang sudah menderita kaki gajah dengan mudah mendapatkan obat.

"Kami sasar langsung ke rumah warga. Kami akan memberikan lagi pengobatan masal. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan obat, bisa menghubungi puskesmas terdekat, pemerintah siapkan secara gratis," tuturnya.

Terkait jumlah penderita kaki gajah di lima distrik di wilayah tersebut, diungkapkan Ni Nyoman, mencapai 20 kasus penderita kronis filariasi pada 2018 yang sudah ditangani 13 puskesmas.

"Semuanya sudah kami tangani dan rutin melakukan pemeriksaan. 20 kasus ini tersebar di Distrik Jayapura Selatan ada tujuh kasus, Distrik Muara Tami tiga kasus, dan sisanya ada di Distrik Heram dan Distrik Abepura," ungkapnya.

Dibaca 117 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.