Bupati Isaias Titip Pesan Pemekaran Papua Tengah dan Nabire Sebagai Kota Madya | Pasific Pos.com

| 10 December, 2019 |

Bupati Isaias Titip Pesan Pemekaran Papua Tengah dan Nabire Sebagai Kota Madya

Beri rating artikel ini
(1 Voting)

NABIRE - Dalam rangka menyambut dan menyambung aspirasi terkait pemekaran Provinsi Papua Tengah dan Nabire sebagai kota madya yang layak, apakah di Timika, Biak dan Nabire, kami disini  tinggal tunggu hasil keputusan dari pusat saja. Demikian pesan singkat disampaikan Bupati Nabire, Isaias Douw,S.Sos.,MAP di sela-sela kegiatan inovasi  pendampingan daerah oleh Kemendagri RI, Kamis (27/6), bertempat di ruang rapat Setda Nabire.

Dikatakan Isaias Douw, kesempatan ini kami titipkan satu pesan lewat tim Kemendagri RI yang telah turun di Nabire, sebab impian dan keriduan masyarakat Kabupaten Nabire, kami yakin dan percaya bahwa disana pasti akan menyuarakan dan menyambung aspirasi disampaikan diparlemen maupun dihadapan Presiden RI.

Menurutnya, pemekaran Papua Tengah ini sudah lama dan telah diundang-undangkan bersama dengan Provinsi Papua Barat, dia kerja lima belas tahun tapi sampai saat ini Papua Tengah belum aktif alasannya, karena pak Gubernur Herman Monim itu pesisir, sedangkan ibukota provinsi Papua Tengah kalah itu berkedudukan di Timika, hanya karena dia tinggalkan tugas tapi dia tidak bisa kembali ke Timika.

“Kita lepas Timika mereka deklarasi bersama di Bali dan Jakarta, tapi kami tidak terima. Timika adalah hasil kekayaan kita dan seterusnya seperti Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai sampai Nabire jadi kita tidak bisa ditinggalkan Timika hingga Timika harus masuk di wilayah Meepago dan juga termasuk kota madya di Nabire,” jelas bupati.

Selanjutnya, Bupati Isaias Douw berpendapat, karena kami sudah menjalankan anggaran pertama dari tahun 2010 dilaksanakan lapangan terbang internasional, tapi sampai hari ini belum diselesaikan. Kendala kami disini mohon disampaikan kepada Menteri Perhubungan dan pelabuhan laut mudah-mudahan tahun ini bisa selesai karena kita mendapat  90 milyar bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pusat.

“Rumah sakit umum sejumlah fasilitas lainnya, dan rumah sakit umum ini kami sudah bantu hanya sarana prasarana atau kekurangan jadi pertama tipe C kami naikan tipe B, mudah-mudahan naikan tipe A hanya tipe B lagi,” pungkasnya. (modes)

Dibaca 366 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.