Kaget, Kepala Kelurahan Sanggeng Tak Tahu Prostitusi Ilegal di Pasar Sanggeng | Pasific Pos.com

| 17 July, 2019 |

Kaget, Kepala Kelurahan Sanggeng Tak Tahu Prostitusi Ilegal di Pasar Sanggeng

Papua Barat Penulis  Senin, 24 Jun 2019 10:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kelurahan Sanggeng akan berkoordinasi dengan para ketua RW dan RT untuk mengecek adanya kemungkinan lokasi prostitusi lain di daerah Sanggeng.

Kepala Kelurahan Sanggeng, Ferdy M. Lalenoh mengaku tidak tahu tentang adanya lokasi prostitusi di Pasar Sanggeng, karena setahunya, lokasi itu sudah pernah dibongkar.

“Ternyata di luar dugaan ada prostitusi terselubung ini dan kami Kelurahan juga kaget dengan kejadian ini,” kata Lalenoh kepada para wartawan di DPRD Kabupaten Manokwari, Jumat (21/6).

Untuk itu, Lalenoh mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan para ketua RW dan RT supaya melakukan pengecekan di daerah sekitar, jangan sampai masih ada indikasi tempat prostitusi terselubung.

Di samping itu, Kepala Kelurahan Sanggeng mengaku, pihaknya akan mensosialisasikan terhadap masyarakat dan memantau aktivitas yang mengarah terhadap prostitusi terselubung.

Lanjutnya, Badan Kesbangpol dan Dinas Sosial Kabupaten Manokwari telah mengadakan rapat koordinasi membahas rencana pembongkaran tempat prostitusi di Pasar Sanggeng.

Rapat di Kantor Badang Kesbangpol Kabupaten Manokwari, Jumat (21/6), dihadiri pihak Kelurahan Sanggeng, Kepala Satpol PP, Yusuf Kayukatui, pihak Distrik Manokwari Barat dan pengelola tempat prostitusi tersebut.

Dalam rapat itu, diberikan kesempatan terhadap pengelola dan penghuninya untuk membongkar sendiri hingga Minggu (23/6) dan jika tidak, aparat Satpol PP di-back up aparat keamanan akan melakukan pembongkaran paksa, hari ini, Senin (24/6).

Menurutnya, setelah pembongkaran, pihaknya akan melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada lagi praktek prostitusi di sekitar Pasar Sanggeng.

“Kami juga akan bekerja sama dengan karang taruna dan semua warga Sanggeng, terutama di Pasar Sanggeng untuk mengetahui hasil kegiatan itu, apakah berlanjut atau tidak. Harapannya, mudah-mudahan tidak ada, jangan sampai ada,” tukasnya.

Ia membeberkan, informasi yang diterimanya, kebanyakan para pekerja di tempat prostitusi itu berasal dari luar Manokwari, sedangkan pengelolanya tinggal di sekitar lokasi dan membuka praktek prostitusi tanpa izin atau ilegal.

“Pasti kami akan melakukan monitoring, terus dicek, mungkin bekerja sama dengan pihak keamanan. Di situ juga ada Pospol Wariori, sehingga akan dibangun koordinasi untuk melakukan pemantauan pascapembongkaran,” pungkas Lalenoh. [BNB-R1]

Dibaca 49 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.