Di Rupbasan, Ada Barang Sitaan yang Belum Dieksekusi Sejak 2014 | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Di Rupbasan, Ada Barang Sitaan yang Belum Dieksekusi Sejak 2014

Papua Barat Penulis  Sabtu, 22 Jun 2019 09:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas 1 Manokwari belum mengetahui kepastian dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari untuk mengeksekusi 26 ton bahan bakar minyak (BBM) yang dititipkan di Rupbasan Kelas 1 Manokwari.

Kepala Rupbasan Kelas 1 Manokwari, Soewito mengatakan, selain BBM, terdapat juga barang sitaan dari PN Manokwari, baik dari kasus tindak pidana khusus maupun barang sitaan dari tindak pidana umun, seperti mobil, kayu, hasil tambang, pangan, dan lain sebagainya.

Diakuinya, barang-barang sitaan itu dititipkan sejak 2014 hingga 2019, tetapi belum ada kepastian dari pihak terkait terkait proses eksekusi barang sitaan tersebut.

Untuk BBM yang mencapai 26 ton, kata Soewito, terpaksa ditumpuk dalam gudang penyimpangan dan digabung bersama barang sitaan lain. Sebab, lanjut dia, Rupbasan belum mempunyai gudang atau tempat penyimpanan barang sitaan berbahaya, seperti BBM.

Di samping itu, ia mengaku Rupbasan juga terkendala dana perawatan dan pemeliharaan, karena pihaknya hanya mendapat anggaran Rp. 100 juta per tahun untuk melakukan perawatan maupun pemeliharaan barang-barang sitaan.

Dirinya mengakui, anggaran itu sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah atau item barang sitaan yang cukup banyak di Rupbasan Kelas 1 Manokwari.

“Barang sitaan yang dititip, baik dari tindak pidana khusus dan umum itu cukup banyak. Bahkan ada yang dari tahun 2014 sampai sekarang belum dieksekusi. Beban kami cukup besar, karena sampai sekarang pemberitahuan untuk eksekusi terhadap barang sitaan sangat jarang kami diterima,” ungkap Soewito yang ditemui Tabura Pos di Rupbasan Kelas 1 Manokwari, Jumat (20/6).

Oleh sebab itu, ia berharap pihak kejaksaan segera melakukan eksekusi atau pelelangan jika sudah ada putusan tetap dari pengadilan. Sebab, kata dia, sampai sekatang pihak kejaksaan belum mengeksekusi barang sitaan itu, khususnya BBM yang dititipkan sejak 2014.

Ditanya apakah ada barang yang dititipkan berada di luar, Soewito menegaskan, pihaknya belum mengetahui hal itu, karena pihaknya hanya memantau barang sitaan yang sudah dilaporkan dan teregistrasi berdasarkan SOP (standar operasional prosedur).

“Selama barang dititip di Rupbasan, kami ada SOP, jadi kami gunakan SOP itu. Kalau pemilik barang bukti mau mengolah barangnya sendiri, itu kewenangan dia, karena barang yang masuk ke kami, begitu sudah diregistrasi dan didata, kami yang kelola,” tukasnya.

Dirinya menambahkan, selain terkendala barang yang belum dieksekusi dan biaya administasi yang tergolong minim dibandingkan barang sitaan, pihaknya juga terkendala kelengkapan surat-surat.

“Kalau sudah ada putusan, segera dilelang, karena kami terkendala anggaran. Biaya cukup minim, sedangkan memelihara barang yang cukup banyak,” pungkas Soewito. [CR45-R1]

Dibaca 123 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.