Kuasa Hukum Pieter Mambor Sebut Ada ‘Intervensi’ Pihak Tak Dikenal | Pasific Pos.com

| 17 October, 2019 |

Kuasa Hukum Pieter Mambor Sebut Ada ‘Intervensi’ Pihak Tak Dikenal

Papua Barat Penulis  Sabtu, 22 Jun 2019 09:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Persoalan hak cipta logo Papua Barat atas Penggugat, Pieter Mambor melawan Pemerintah RI cq Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat selaku Tergugat I dan mantan Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi selaku Tergugat II, disebut-sebut ada intervensi dari pihak yang tidak dikenal.

Sebab, dalam agenda sidang pembacaan gugatan yang dipimpin mediator, Faisal M. Kossah, SH, ada permohonan intervensi yang diajukan pihak tidak dikenal.

Kuasa hukum, Pieter Mambor, Yan C. Warinussy, SH mengaku, dalam perjalanannya, memang ada permohonan intervensi yang disampaikan majelis hakim di persidangan lalu, hanya saja permohonan intervensi itu belum diketahui diajukan siapa.

“Saya sendiri belum tahu permohonan intervensi diajukan siapa, karena belum diungkapkan majelis hakim,” kata Warinussy kepada Tabura Pos di Sekretariat LP3BH Manokwari, Kamis (20/6).

Meski ada intervensi, lanjut dia, sengketa hak cipta logo Papua Barat yang diajukan kliennya, masih berlanjut dan telah memasuki agenda pembacaan gugatan. Persidangan berikut yakni jawaban pihak Tergugat melalui kuasa hukum yang diutus dalam persidangan.

Diungkapkan Warinussy, pokok dari gugatan yang dibacakan yakni adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan Pemprov Papua Barat selaku Tergugat I dan mantan Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi selaku Tergugat II yang tidak mengakui serta tidak mencantumkan nama Pieter Mambor dalam dokumen kenegaraan Provinsi Papua Barat sebagai pencipta logo Papua Barat.

Selain itu, tambah dia, Penggugat juga meminta pihak Tergugat I dapat memberikan kompensasi dengan nilai ganti rugi Rp. 25 miliar dikalikan lama jangka waktu logo Papua Barat digunakan sejak diciptakan, dengan total ganti rugi sebesar Rp. 90 miliar.

“Status klien saya jelas, Pieter Mambor sudah terdaftar dan tercatat sebagai pemilik dan pencipta logo Papua Barat di Ditjen Kekayaan Intelektual. Selanjutnya, kita kembalikan ke putusan hakim,” tandas Warinussy. [BOM-R1]

Dibaca 235 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.