Bupati Perintahkan Tembak Mati Hewan Ternak yang Keliaran | Pasific Pos.com

| 17 October, 2019 |

Bupati Perintahkan Tembak Mati Hewan Ternak yang Keliaran

Papua Barat Penulis  Sabtu, 22 Jun 2019 08:35 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ransiki, TP - Semakin berkembangnya Ransiki sebagai pusat pemeritahan kabupaten Manokwari Selatan, tentu akan diikuti dengan perkembangan misalnya sektor perekonomian. Namun, yang tidak luput dari perkembangan itu adalah semakin banyak hewan peliaraan masyarakat seperti Babi dan Sapi yang berkeliaran.

Banyaknya Babi dan Sapi yang berkeliaran rupanya membuat Bupati Mansel, Markus Waran kesal dan malu.

Bagaimana tidak, saat investor berkunjung ke Mansel untuk melakukan diskusi, Babi dan Sapi banyak berkeliaran, sehingga para tamu undangan langsung menyindirnya.

“Investor beberapa hari yang lalu datang di Mansel dan melihat secara langsung kondisi ternak yang ada di Mansel, bahkan dalam kesempatan tersebut sempat investor bilang pak Bupati Babinya banyak yang berkeliaran, masa Babi masuk sampai kebun coklat, tapi saat itu saya beralasan bahwa itu babi liar,” terang Waran saat apel gabungan, Jumat (21/6).

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, maka dirinya akan berkoordinasi dengan Rindam XVIII Kasuari dan Polsek setempat.

“Saya akan koordinasi dengan pihak Rindam dan Polsek agar tembak saja. Saya tidak akan beritahu, diam-diam sudah ditembak. Yang ikut apel ini kamu dengar itu. Sapi juga banyak, tapi saya hanya makan rumput saja, tapi dia punya kotoran itu,” jelas Waran.

Untuk itu, dirinya meminta agar warga masyarakat yang memelihara hewan ternak untuk segera di kandangkan, karena selain merusak lingkungan, ternak-ternak tersebut juga bisa mengancam jiwa setiap pengendara yang ada.

Sesuai dengan pantau Tabura Pos, jumlah Babi yang ada di pasar Kenanganan Ransiki, sangat meresahkan para pengunjung pasar, baik itu penjual maupun pembeli, sebab seringkali barang jualan maupun barang belanjaan mereka dimakan. [CR35-R4]

Dibaca 97 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.