Ada Warga Arfai Tolak Rencana Pelebaran Jalan Drs. Esau Sesa | Pasific Pos.com

| 15 December, 2019 |

Ada Warga Arfai Tolak Rencana Pelebaran Jalan Drs. Esau Sesa

Papua Barat Penulis  Jumat, 21 Jun 2019 08:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Sebanyak 814 kepala keluarga atau pemilik rumah dan tempat usaha di sepanjang Jl. Drs. Esau Sesa, Manokwari mulai dari pertigaan Sinar Suri hingga Maruni, mengikuti sosialisasi pelebaran ruas jalan nasional, Jl. Drs. Esau Sesa di Aston Niu Hotel, Manokwari, Kamis (20/6).

Dalam sesi pertama, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memaparkan tentang program pemerintah terkait rencana pelebaran jalan tersebut, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Gubernur mengungkapkan, di tahap awal, pihaknya sudah melakukan pematokan rencana pelebaran jalan dari pertigaan Sinar Suri hingga Maruni.

Dikatakannya, pertumbuhan pusat perekonomian dan pemerintahan ke arah Selatan Manokwari, maka di saat jam-jam kantor, bisa dirasakan kemacetan yang luar biasa. Selain itu, jalan ini sangat rawan kecelakanaan karena kondisi jalannya, kecil dan sempit.

Diungkapkan Mandacan, memang kondisi jalan ini adalah jalan kabupaten, tetapi dengan adanya provinsi di Manokwari, maka status jalan berubah menjadi jalan nasional.

“Kita belum terlambat dan masih bisa kita kerjakan sepanjang mendapat dukungan semua masyarakat, terutama yang ada di jalur Drs. Esau Sesa sampai Maruni. Sepanjang semua mendukung, kita akan kerjakan dan wajah Kota Manokwari akan berubah,” ungkap dia.

Ia mengaku pemerintah daerah lali dalam bagian ini untuk mengingatkan masyarakat dari awal supaya tidak membangun bangunan sekian meter dari jalan utama. Ketiadaan arahan dari pemerintah daerah, akhirnya seperti ini.

“Ini menjadi koreksi bagi kita semua, terutama Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin bangunan di sepanjang jalan ini,” katanya.

Usai Gubenur menyampaikan pemaparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori Sekda Provinsi Papua Barat, Nataniel D. Mandacan.

Dalam pertanyaannya, salah satu tokoh masyarakat, sekaligus pemilik hak ulayat, Isak Mandacan mengaku mendukung program pemerintah. Ia menyarankan, dengan program ini, maka pihak terkait di sepanjang jalan ini harus melakukan pengawasan supaya tidak ada lagi yang melakukan pembangunan di sepanjang ruas Jl. Drs. Esau Sesa.

Dirinya berharap masyarakat yang tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan yang tidak memiliki IMB, dan memiliki sertifikat tanah, harus mendapatkan ganti untung dan hak yang sama.

Sementara, Philipus Winarto, pemilik PT Sinar Suri, mengatakan, pihaknya mendukung program pembangunan di Manokwari. Namun, kata dia, harus ada kepastian hukum dari pemerintah terhadap para pelaku usaha yang terkena dampak dari program tersebut.

Sebab, Winarto menjelaskan, dari awal pembangunannya, pihaknya sudah meminta syarat-syarat dari instansi teknis, baik soal tinggi bangunan, termasuk jarak antara gedung dan jalan. Dari data-data tersebut, akhirnya dibuat perencanaan.

“Kami harap instansi teknis sudah harus memikirkan 20 tahun perkembangan kota ke depan. Sebab, kami sebagai pelaku usaha sudah memikirkan 20 tahun perkembangan bisnis kita ke depan,” ujar Winarto.

Sedangkan warga Arfai, Yusup, menolak rencana pelebaran jalan. Ia menyarankan supaya ada jalan alternatif. Sebab, kata dia, mereka tidak bisa lagi menggeser rumahnya. “Kalau digeser ke belakang, ada gunung. Kalau ke depan, ada laut. Kami harap ada alternatif lain, sehingga kami masyarakat kecil tidak menjadi korban,” pinta Yusup yang mengaku warga Arfai II ini.

Setelah masyarakat dan pelaku usaha menyampaikan saran, kritik, dan pendapatnya, maka Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari akan melakukan pertemuan lagi.

Menurut Gubernur, saran, masukkan, dan kritik ayng disampaikan, sangat baik dan hal itu akan dikaji lahi untuk dicarikan solusi terbaik, sehingga masyarakat tidak menjadi korban atas rencana pelebaran jalan tersebut.

Dikatakan Mandacan, dalam waktu 2-3 hari ke depan, pihaknya akan kembali mengadakan pertemuan dengan masyarakat, khususnya dari Arfai hingga Maruni untuk mendengarkan masukkannya.

Diungkapkan mantan Bupati Manokwari ini, pelebaran jalan ini akan dilakukan bertahap, dimana tahap pertama akan dimulai dari Maruni hingga Arfai.

“Saya harap ini untuk kepentingan kita bersama dan untuk Manokwari. Kami berharap ada dukungan dari masyarakat, terutama masyarakat di sepanjang Jl. Drs. Esau Sesa hingga Maruni,” pungkas Mandacan. [FSM-R1]

Dibaca 174 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.