Polda Papua Sita Sepuluh Senpi Milik Brimob di Tolikara | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Polda Papua Sita Sepuluh Senpi Milik Brimob di Tolikara

Headline Penulis  Rabu, 05 Agustus 2015 09:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw Berpose Bersama Irjen (Pol) Yotje Mende, Mantan Kapolda Papua, Selasa (4/8).

Jayapura,- Penyidik Provesi dan Pengamanan Polda Papua menyita sepuluh senjata organic milik anggota Brimob yang bertugas saat pengamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, 17 Juli lalu.
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw menegaskan, sepuluh senjata tersebut saat ini akan dilakukan Uji Balistik di Laboratorium Forensik Polri. Hanya saja, mengenai hasil Uji Balistik itu merupakan tanggung jawab dari pihak yang memiliki keahlian dibidangnya, dalam hal ini Labfor,
“Jadi ada anggota kita yang disitu (Tolikara) kurang lebih 10 orang yang diketahui membawa senjata dan telah disita senjatanya untuk Uji Balistik.  Semua masih dalam proses, hasilnya nanti tanggung jawab yang memiliki keahlian dalam bidangnya dalam hal ini Laboratorium Forensik,” tegas Paulus Waterpauw usai Upacara Farewell dan Welcome Parade di halaman Mapolda Papua, Selasa (4/8).
Menurut Kapolda, penggunaan senjata api oleh anggota dilapangan sudah merupakan Protap (Prosedur Tetap) Polri. “Kalau dilihat dari sebagian korban, itu adalah korban luka, artinya ada prosedur yang mereka jalankan, soal ada satu korban jiwa ya, nanti kita lihat dari proses ini,” ucapnya.
Kapolda memaparkan ada tiga laporan terkait masalah di Tolikara. Yakni, urainya, pertama menyangkut penyerangan dan pembakaran, kemudian pihak yang menyuruh dan ketiga dampak dari pristiwa itu yang menyebabkan kematian dari salah satu korban masyarakat. “Itu otomatis sudah dibagi dan penyidiknya sudah berjalan,” urai PW sapaan akrab Kapolda Papua baru ini.
Kata Kapolda, pihaknya telah memprioritaskan penanganan kasus Tolikara agar tidak dikembangkan atau dipikirkan masyarakat yang ada diluar Papua.  Ia juga berpandangan situasi secara keseluruhan di Tolikara sudah sangat kondusif dan normal.
“Setahu saya selama ini tidak ada persoalan di sana, negara ini adalah negara hukum, jadi mari semua pihak berpartisipasi menjalankan aturan itu sendiri, soal bagaimana kelanjutannya itu saya pikir nanti oleh saya dan para pejabat di Polda,” kata mantan Kapolda Papua Barat ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Papua Komisaris Besar Polisi Bambang Sutoyo menyebutkan telah memintai keterangan 46 orang saksi dalam kasus penembakan di Karubaga, 16 diantaranya merupakan anggota Brimob Polda Papua. “Ada 46 saksi yang kita periksa, 16 orang adalah anggota Brimob Polda Papua, sedangkan 24 orang adalah anggota Polres Tolikara. Sementara enam orang lainnya adalah warga sipil yang turut melihat insiden itu,”urai Bambang dihalaman Mapolda Papua, Selasa (4/8)
Dalam pemeriksaan, Bambang mengungkapkan hanya satu anggota Brimob Polda Papua yang mengeluarkan tembakan. Sedangkan seluruh anggota Polres Tolikara sama sekali tidak membawa senjata pada saat pelaksanaan sholat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara. “Kami belum mengetahui oknum yang melepaskan tembakan ke arah massa,” aku Bambang. (Syaiful)

Dibaca 1659 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX