KONI Batasi Kuota Atlet, Pelti Papua Seleksi Atlet PON | Pasific Pos.com

| 18 July, 2019 |

Pengurus KONI Papua memantau langsung proses seleksi atlet tenis di Mapolda Papua, Rabu pagi Pengurus KONI Papua memantau langsung proses seleksi atlet tenis di Mapolda Papua, Rabu pagi

KONI Batasi Kuota Atlet, Pelti Papua Seleksi Atlet PON

Olahraga Penulis  Rabu, 19 Jun 2019 20:42 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Papua melakukan seleksi atlet PON, Rabu (19/3) kemarin di Lapangan Tenis Mapolda Papua, dikuti 10 pemain putra. Langkah tersebut dilakukan karena kebijakan KONI Papua dalam batasan jumlah kuota atlet setiap cabang olahraga jelang TC terpusat.

Dimana, masing-masing cabang olahraga dituntut untuk menentukan atlet potensi medali yang akan masuk pada TC terpusat nanti.

Kabid Binpres Pelti Papua, Solfianus Betaubun kepada pers mengatakan, cabor Tenis Papua hanya diberikan kuota 7 atlet putra dan 7 atlet putri, sehingga kita harus melakukan seleksi untuk mengurangi tiga orang atlet.

“ sesuai dengan kebijakan KONI bahwa kita Tenis yang masuk dalam TC terpusat hanya 7 atlet putra, dan 7 atlet putri, maka kami harus kembali melakukan seleksi untuk memutuskan atlet terbaik yang akan kita usulkan ke KONI Papua” ungkap Betaubun.

Dikatakan, dalam aturan PB Pelti, atlet yang akan kita daftarkan 4 putra dan 4 putri, dengan demikian 7 atlet putra dan putri ini nanti selama TC kita akan lihat siapa yang terbaik yang akan diturunkan pada pertandingan PON.

“Nanti saat menjelang pelaksanaan tim inti akan menjadi 4 orang putra dan 4 orang putri,” ujarnya.

Dirinya juga menuturkan, bahwa usai melakukan seleksi. Pelti Papua akan memboyong atletnya menuju kota Yogyakarta untuk melakukan TC terpusat.
“Sesuai dengan kebijakan Ketua Umum, tim akan TC terpusat di Yogyakarta.

 Mengingat disana gampang menemukan lawan ujicoba untuk terus menambah jam terbang tanding para atlet, dan kita juga program untuk mencari lawan ke luar negeri,” jelasnya.

Pelatih Tenis Papua, Victor Manuhutu juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, pilihan Yogyakarta sebagai tempat pemusatan latihan merupakan kebijakan yang tepat dari pengurus Pengprov Pelti Papua.

“Jogja dan sekitarnya itu banyak turnamen, sedangkan atlet ini butuh turnamen untuk mendokrak peringkat, karena peringkat itu akan menentukan sapa lawan saat PON nanti. Kalau kita tidak peringkat bagus kita akan langsung berhadapan dengan atlet-atlet yang kuat,” katanya.

Selain itu, seleksi ini juga merupakan seleksi yang kedua kalinya. Dimana pada tahap pertama mereka berhasil merekrut 10 atlet putra dan 8 atlet putri.

“Seleksi pertama itu sekitar 18 orang, kita seleksi kita dapat 10 putra dan sekarang kita seleksi lagi untuk dapat 7 orang. Dan untuk putrinya sebelumnya ada 8 orang jadi kita hanya kurangi satu saja,” ucapnya.
Sementara disinggung soal target yang akan ditargetkan. Victor optimis bisa mempertahankan bahkan melampau prestasi yang mereka capai pada PON Jawa Barat lalu.

“PON di Papua kita usahakan untuk satu emas kita masih bisa dapatkan, dan kita akan berusaha lebih dari itu,” tandasnya.

Dibaca 83 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.