Cekcok, Suami Tembak Istri Hingga Tewas | Pasific Pos.com

| 18 July, 2019 |

Korban saat berada di rumah sakit setempat usia dievakuasi dari lokasi kejadian Korban saat berada di rumah sakit setempat usia dievakuasi dari lokasi kejadian

Cekcok, Suami Tembak Istri Hingga Tewas

Kriminal Penulis  Minggu, 16 Jun 2019 21:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Mariana Aknela Wendam (23), warga Jalan Kuprik Kelapa Lima Kabupaten Merauke, tewas seketika di tangan suaminya EA (24) usai ditembak dengan senapan angin, Sabtu (15/6) pagi.

Menurut informasi yang dihimpun dari Humas Polda Papua, kejadian naas itu  dilatarbelakangi cekcok mulut antara korban dan pelaku.

Lantaran tersulut emosi pelaku EA langsung menembak senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 mm ke bagian pelipis sebelah kiri korban,  yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit setempat.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengungkapkan pelaku pembunuhan yang tidak lain merupakan suami korban kini telah diamankan di Mapolres Merauke guna menjalani proses hukum yang berlaku.

"Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka, selain mengamankan pelaku, Anggota di Merauke pun telah mengamankan barang bukti berupa senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 mm yang digunakan pelaku untuk menembak korban," terangnya Minggu (16/6) siang.

Lanjut Kamal, atas perbuatannya Pelaku dijerat pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukum maksimal 7 tahun penjara.

Kamal menambahkan, dari keterangan saksi bahwa saat kejadian dirinya berada di kebun dimana jarak kebun dengan rumah berjarak sekitar 50 meter, namun sebelum saksi ke kebun sekitar pukul 05.55 Wit, saksi melihat korban sementara merebus air panas dan pelaku masih tertidur di dalam rumah sebelum saksi ke kebun hanya ada Korban, pelaku dan anaknya yang berumur 4 tahun.

Saat kejadian saksi tidak mendengar ada bunyi tembakan, saksi mengetahui kejadian tersebut dari pelaku sendiri yang lari ke arah saksi dengan tangan berlumuran darah dan beteriak minta tolong, setelah itu saksi lari ke arah rumah dan melihat korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan kondisi rumah saat itu sudah dikeremuni oleh masyarakat dan keluarga di sekitar rumah. Ditambahkan oleh saksi bahwa dirinya tidak mengetahui antara pelaku dan korban terjadi cekcok, karena saat malamnya tidak mendengar adanya keributan.

"Kejadian tersebut diduga di sebabkan adanya keributan antara korban dan pelaku pada pagi hari dan pelaku tidak dapat menahan emosi kemudian mengambil senapan angin serta menembak ke arah korban dan terkena tembakan di bagian pelipis sebelah kiri sehingga korban meninggal dunia," tuturnya.

Kata Kamal, langkah-langkah Kepolisian yang diambil yakni menerima laporan, mendatangi TKP, membawa korban ke RSUD, meminta keterangan saksi, mengumpulkan barang bukti, membuat laporan Polisi, menangkap pelaku, melakukan pendekatan kepada  keluarga korban agar tidak terprovokasi. Kasus tersebut telah ditangani Sat Reskrim Polres Merauke.

Dibaca 73 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.