PPDB Sistem Zonasi Masih Berlaku | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

PPDB Sistem Zonasi Masih Berlaku

Papua Barat Penulis  Jumat, 14 Jun 2019 14:05 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Yulius Worisio, SH, mengaku, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonazi untuk tingkat SMP di Kabupaten Manokwari masih terus berlaku.

Ia menjelaskan, sistem tersebut telah diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) No. 26 Tahun 2019, yang mengatur tentang PPDB bagi Tingkat TK, SD dan SMP.

“Itu menjadi aturan mutlak yang harus dijalankan oleh pihak sekolah dalam menerima peserta didik baru,” kata Worisio kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Kamis (13/6).

Ia menuturkan, pemberlakukan sistem zonasi pada proses PPDB dilakukan karena mempertimbangkan sejumlah faktor utama, salah satunya untuk menghemat pengeluaran biaya transportasi.

Tidak hanya itu, sistem zonasi juga diberlakukan untuk mencegah terjadinya tingkat kenakalan remaja di luar lingkungan sekolah dan mengurangi kealpaan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.

“Yang sangat kita khawatirkan adalah mengenai data pokok pendidikan (Dapodik), kalau bukan sistem zonasi maka orang tua akan menyekolahkan anak semaunya kemudian ketika terjadi masalah anak dipindahkan ke sekolah sana dan sini, sehingga bisa berpengaruh terhadap Dapodik, akbitanya menghambat sekolah untuk memperolah bantuan pendidikan,” jelas dia.

Worisio menambahkan, pemberlakuan zonasi juga sangat bermanfaat bagi pihak sekolah guna menghindari terjadinya penumpukkan siswa pada satu sekolah sebaliknya menghingdari terjadinya kekosongan anak didik pada sekolah-sekolah yang tidak dilirik masyarakat.

Karena, menurut dia, semua fasilitas pendidikan dalam hal ini sekolah memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama yaitu untuk mendidik anak menjadi pintar, yang berbeda hanyalah sarana-prasarana penunjang.

Meski begitu, dirinya mengaku, tingkat keberhasilan anak bukan saja bisa diukur dari fasilitas pendidikan yang memadai namun sebaliknya bergantung kepada kepala sekolah dan para guru dan anak sendiri dalam membawa arah dirinya, apakah rajin untuk mengikuti proses belajar mengajar atau justru lebih bersikap masa bodoh.

“Rata-rata guru SMP di Manokwari sudah mengikuti sertifikasi, itu kemampuan yang cukup untuk mendidik anak, sekarang tinggal kembali kepada anak sendiri mau sekolah atau tidak. Percuma juga kalau masuk di sekolah yang bagus tetap malas-malasan,” ujar dia.

Untuk itu, dirinya menekankan, karena sistem zonasi telah mendapat persetujuan Kemendikbud sehingga sistem ini akan terus diberlakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan kedepan, sehingga mau dan tidak mau atau suka dan tidak suka, orang tua murid tetap harus menerima sistem tersebut. [BOM-R4]

Dibaca 200 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik