Panitia Gubernur Papua Barat Cup Lakukan Screening | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Panitia Gubernur Papua Barat Cup Lakukan Screening

Papua Barat Penulis  Jumat, 14 Jun 2019 13:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Panitia pelaksana turnamen sepak bola Gubernur Papua Barat Cup tahun 2019, telah menentukan persyaratan bagi para calon pemain. Mulai dari batasan usia bagi para pemain yang akan direkrut menjadi atlit Pra PON dan PON XX tahun 2020.

Koordinator pertandingan, Yan Fredik Dimara mengatakan bahwa batasan usia sangat mutlak. Sesuai aturan PSSI, batas usia yang telah ditetapkan adalah, pemain harus kelahiran 1 Januari 1997 dan sesudahnya, sehingga batas usia maksimal adalah 22 tahun.

“Namun, untuk pemain kategori senior bisa kelahiran 1 Januari 1996. Hal ini berlaku untuk semua tim, baik putra maupun putri yang mengikuti perlombaan ini, karena mereka akan diseleksi untu menjadi atlet dalam Pra PON nanti,” terang Dimara di sekretariat Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Barat kemarin.

Dimara mengatakan, panitia pelaksana, saat ini masih melakukan screening kepada pemain. Diakuinya, seharusnya screening telah selesai, namun karena terkendala transportasi akhirnya banyak pemain dari luar kota yang baru bisa mengikuti screening.

“Pemain dari luar kota ada yang baru tiba saat mau pembukaan kegiatan, sehingga proses screening pemain baru kita lakukan,” kata Dimara.

Bagi para calon atlet, Ia mengatakan ada beberapa yang harus disiapkan, diantaranya ijazah, kartu keluarga, kartu tanda penduduk (KTP), akte kelahiran dan identitas pribadi lainnya sebagai bahan pembanding untuk menentukan identitas calon atlet.

“Seperti umur, harus kita cocokkan dengan akte kelahirannya, trus namanya, jangan sampai ada perbedaan penulisan nama, dll. Semua dokumen yang dibawa harus yang asli, sehingga bisa kita pertanggung jawabkan, “jelas Dimara.

Dimara juga mengakui bahwa kegiatan mengalami beberapa kekurangan, karena adanya libur hari besar agama dan cuti bersama, sehingga waktu persiapan kegiatan sangat mepet. Bahkan, banyak peserta yang belum melengkapi persyaratan karena waktu yang begitu sempit.

Salah satu pemain dari Manokwari United, Yulianus. Ia mengatakan, karena waktu persiapan yang singkat sehingga beberapa syarat administrasi belum sempat dibawa sehingga harus dipersiapkan lagi.

”Anak asuh saya cuma dua orang yang bawa dokumen aslinya, karena kondisi waktu yang mepet, terkait info persyaratan yang kami dapat dari panitia, dan kami harus menyesuaikan dengan jadwal kapal”jelas Pelatih tim sepakbola Kaimana Putri, Rikki Eramuri kemarin.

Kendati demikian, Rikki mengatakan, tim di Kaimana tengah mempersiapkannya untuk di bawa ke Manokwari.[CR46-R3]

Dibaca 103 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX