Sosialisasi Perda Manokwari Kota Injil Terkendala Anggaran | Pasific Pos.com

| 19 July, 2019 |

Sosialisasi Perda Manokwari Kota Injil Terkendala Anggaran

Papua Barat Penulis  Kamis, 13 Jun 2019 08:46 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Manokwari tentang Manokwari Kota Injil telah ditandatangani Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan, beberapa waktu lalu. Namun, Perda itu belum diterapkan karena harus disosialisasikan terlebih dahulu terhadap masyarakat.

“Dari Perda sampai Perbup sudah saya tandatangani, hanya belum disosialisasikan, karena untuk sosialisasi membutuhkan biaya atau anggaran, sehingga harus dianggarkan. Jadi, nanti dianggarkan dulu,” kata Mandacan kepada para wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/6).

Menurutnya, Perda tentang Manokwari Kota Injil tidak melarang umat bergama lain, selain Kristen, untuk beraktivitas. Dalam Perda itu, salah satu pasalnya menyebut bahwa pasar akan ditutup dari pagi hingga pukul 12.00 WIT setiap Minggu dan hari-hari besar keagamaan.

Diakuinya, beberapa kali ada pertanyaan masyarakat tentang penutupan pasar, tetapi pasar hanya ditutup pagi hingga siang hari atau buka pada pukul 12.00 atau pukul 13.00 WIT. “Itu berlaku untuk hari Minggu dan hari besar keagamaan,” tukasnya.

Ia menerangkan, pihaknya tidak melarang umat bergama lain. Di Jayapura, ungkap Bupati, meski tidak ada perda, tetapi mereka menghormati hari Minggu, sehingga tidak ada aktivitas. Lanjut dia, toko pun ditutup, tetapi pihaknya hanya melarang untuk pasar. “Tapi kalau di Jayapura, semua toko dan mall ditutup pada hari Minggu,” tukasnya.

Dirinya menjelaskan, Pemkab Manokwari sudah mengundang dan berkoordinasi dengan para tokoh agama, sehingga perda itu sudah tidak ada masalah, tinggal disosialisasikan sebelum diimplementasikan.

“Kami juga sudah koordinasi dengan umat beragama lain, termasuk dari MUI sudah kami undang dan datang. Kami sudah koordinasi dan cari jalan keluar dan sudah sampaikan seperti itu. Jadi, saya kira sudah tidak ada permasalahan untuk perda ini,” katanya.

Ditambahkan Mandacan, jika belum membaca Perda itu, masyarakat pasti akan bertanya-tanya soal penutupan pasar di hari Minggu, tetapi jika sudah dibaca, masyarakat pasti akan memahaminya.

“Memang dari dulu sebelum perubahan, itu sangat keras. Saya lihat sangat keras. Setelah saya masuk, kita lihat bagaimana Perda ini bisa diterima semua umat. Akhirnya kami bisa memberikan kesempatan untuk studi banding. Tim-tim ini bisa studi banding untuk melihat secara langsung, misalnya di NTT, kita ke sana melihat itu,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Mandacan menegaskan, Perda tentang Manokwari Kota Injiil tidak ada persoalan, dan tinggal disosialisasikan saja ke masyarakat.

Terkait pelaksanaan sosialisasi, ia mengatakan, kemungkinan pada tahun depan baru dianggarkan dana untuk sosialisasi, karena untuk sosialisasi, dibutuhkan anggaran. Bukan itu saja, ungkap Bupati, tim sosialisasi pun belum dibentuk karena belum ada anggarannya.

“Nanti itu tergantung anggaran dan itu pasti tidak bisa lari. Ketua tim pasti dari Pak Sekda, seperti itu,” tandas Mandacan. [BNB-R1]

Dibaca 61 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.