Aninda dan Ahmad Lulusan Terbaik SD Yapis 02 Manokwari | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Aninda dan Ahmad Lulusan Terbaik SD Yapis 02 Manokwari

Papua Barat Penulis  Kamis, 13 Jun 2019 08:45 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Manokwari, TP - Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Manokwari mengembalikan 80 siswa dan siswi kelas VI yang sudah lulus ujian tahun ajaran 2018/2019 kepada orang tua murid.

Penyerahan kembali siswa dan siswi kepada orang tua murid dirangkum dalam acara pelepasan dan perpisahan siswa-siswi kelas VI SD Yapis O2 Manokwari dengan tema ‘bersama kita menciptakan generasi yang cerdasa, kompetitih dan rabbani, meraih prestasi dan ridho illahi’ di Aula SPMA Manokwari, Rabu (12/6).

Acara turut dihadiri Pengurus Yapis Manokwari berserta para orang tua murid. Pelepasan siswa kelas IV, SD YAPIS 02 Manokwari ditandai dengan penyerahan 2 siswa, Achmad Ikshan All-Fahrul dan Aisyah Diva Ramadhani oleh Kepala SD YAPIS 02 Manokwari, Suami, S.Pd, kepada perwakilan orang tua murid, Agung Budiyono.

Kepala SD Yapis 02 Manokwari, Suami, S.Pd, mengatakan, para guru, orang tua murid dan Pengurus Yapis patut berbangga karena tahun ini, SD Yapis 02 Manokwari berhasil menamatkan sebanyak 80 siswa- siswi dengan persentase kelulusan seratus persen.

“Alhamdulilah, karena dengan kelulusan seratus persen merupakan prestasi yang patut kita banggakan dan mampu mengangkat nama baik sekolah sekaligus yayasan,” kata Suami dalam acara pelepasan dan perpisahan siswa-siswi kelas VI SD Yapis 02 Manokwari, kemarin.

Lanjut dia, keberhasilan yang telah dicapai oleh para siswa- siswi tidak terlepas dari kepedulian dan perhatian serta kerja sama semua pihak, baik pihak sekolah dan yayasan, pemerintah dan orang tua murid yang sudah dengan berbesar hati mendidikan anaknya sehingga bisa mencapai puncak kebanggaan pada hari ini.

Ia menrincikan, dalam kelulusan tahun ini sebanyak 2 siswa mampu meraih prestasi terbaik, antara lain Aninda Nurlaillah Baraweri yang meriah nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Zudhan Ahmad Ismawan yang juga meraih nilai 100 pada mata pelajaran Matematika.

Selain 2 siswa dimaksud, Suami menambahkan, sebanyak 13 siswa juga mampu meraih predikat 10 besar dengan nilai kelulusan rata-rata di atas angka 250.

Menurut dia, prestasi itu tentu bukan datang begitu saja namun merupakan hasil kerja keras yang tidak mengenal lelah yang ditunjukan para guru dan didukung oleh didikan orang tua murid yang selalu mengajarkan anak-anaknya untuk melakukan hal-hal yang terbaik.

“Kebiasaan-kebiasaan yang baik ini, sholat, mengaji dan belajar harus tetap dijadikan sebagai rutinitas sehari-hari. Khusus bagi anak perempuan berhijab adalah jadi diri wanita Islam maka teruslah berhijab,” ajak dia.

Dirinya berharap, dengan prestasi yang telah diraih dapat menjadikan mereka, anak didik alumni SD Yapis 02 Manokwari sebagai siswa-siswi yang dibanggakan orang tua, sekolah, yayasan dan pemerintah.

Sementara itu, Sekretaris Yapis Manokwari, Sammawi, BA, menuturkan, pendidikan dibangun dan bisa berkembang atas kerja sama pemerintah, pihak sekolah dan para orang tua murid.

Akan tetapi, ia mengungkapkan, yang menjadi kunci utama dalam kemajuan pendidikan adalah dukungan tenaga guru dan kurikulum yang digunakan satuan pendidikan.

Sammawi menambahkan, meski banyak sekolah di Manokwari bersaing untuk menjadi sekolah terbaik, namun Yapis masih memiliki prestasi yang luar biasa karena termasuk sekolah terbaik di Manokwari.

“Lulusan tahun ini sangat memuaskan, untuk itu kerjasama pihak sekolah dan yayasan dengan para orang tua dan pemerintah harus diperkuat sehinga kedepan dapat menjadikan Yapis lebih baik lagi,” kata Sammawi.

Disisii lain, lanjut dia, saat ini Yapis telah menjadi sekolah dengan model Islam terbaik di Manokwari karena telah mampu memberikan penguatan agamawi kepada anak didik melalui kurikulum dan kegiatan keagamaan.

Meski begitu, Sammawi mengaku, yang masih menjadi kendala bagi Yapis adalah masalah pengangkatan tenaga guru yang masih memasuki masa moratorium sehingga belum ada pengangkatan guru honorer menjadi PNS.

“Permasalahan lain adalah ruang kelas yang sudah sangat minim, pihak yayasan telah bersepakat memberikan dukungan untuk membangun ruang belajar tambahan. Harapan kami orang tua murid bisa membantu mewujudkan keinginan itu demi kemajuan Yapis kedepan,” tutup dia. [BOM-R4]

Dibaca 79 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX