Frekuensi Penerbangan di Papua Edisi Lebaran, Turun 20 Persen | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

GM Airnav Cabang Sentani, Suwandi GM Airnav Cabang Sentani, Suwandi

Frekuensi Penerbangan di Papua Edisi Lebaran, Turun 20 Persen

Ekonomi & Bisnis Penulis  Rabu, 12 Jun 2019 17:43 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI- Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia Cabang Sentani mencatat penurunan jumlah pergerakan (movement) pesawat di ruang udara Indonesia bagian timur, khususnya di Papua saat peak season (musim ramai) di Idul Fitri 1440 H/2019 M.

“Ketika peak season (musim ramai atau puncak) seperti di Lebaran tahun 2019 ini yang terendah. Jadi, tahun 2019 ini peak season Lebaran pada umumnya di seluruh Indonesia mengalami penurunan, dan khusus untuk Papua sendiri sangat signifikan penurunannya,” ujar GM Airnav Cabang Sentani, Suwandi, ketika ditemui diruang kerjanya, Selasa (11/6) sore.

Dikatakan Suwandi, pihaknya belum dapat memastikan berapa persen penurunan frekuensi penerbangan di peak season Lebaran tahun 2019 ini.

“Saya belum dapat pastikan berapa persen penurunannya, mungkin besok (hari ini) baru bisa kita kalkulasikan berapa persennya. Tapi, kemungkinan besar diatas 20 persen,” akunya.

Faktor penurunan, kata Suwandi terjadi karena banyak faktor yang namun demikian perlu analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab turunnya frekuensi penerbangan di peak season Lebaran tahun 2019 ini.

Ditanya apakah harga tiket mempengaruhi turunnya penggunaan jasa penerbanganan, Suwandi menjabarkan bahwa belum tentu penurunan frekuensi penerbangan disebabkan karena tiket mahal.

Menurut pria yang hobi dalam menulis opini itu, Banyak faktor sebenarnya yang terjadi. Ya, bisa jadi salah satunya karena persepsi-persepsi terhadap tiket pesawat yang mahal atau memang keberhasilan lain dari sisi moda transportasi lain seperti pembenahan-pembenahan terhadap transportasi laut dan itu juga bisa mengambil peran disitu.

“Karena secara nasional budaya mudik, jumlah pemudik kemungkinan besar tidak turun. Hanya saja menggunakan transportasi apa, itu yang menjadi dasar. Ada satu sisi transportasi lain yang naik jumlahnya dalam pengangkutan pemudik, kebetulan untuk disisi udara saat ini mengalami penurunan,"tukas Suwandi.

Dibaca 160 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX