Dianggap Lalai Bangun Insfraktuktur, LSM Papua Bangkit Kritisi Pemda | Pasific Pos.com

| 19 June, 2019 |

Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu Ketua LSM Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu

Dianggap Lalai Bangun Insfraktuktur, LSM Papua Bangkit Kritisi Pemda

Kabupaten Jayapura Penulis  Jumat, 31 Mei 2019 20:50 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua Bangkit, Ir. Hengky Jokhu mengatakan Pembangunan infrastruktur akan selalu menjadi perhatian publik, karena dengan dibangunnya infrastruktur dapat menghubungkan daerah satu ke daerah lain sehingga terbentuklah satu kekuatan yang utuh dalam membangkitkan nadi perekonomian hingga ke pelosok kampung.

Namun Pemerintah Daerah (Pemda) dinilai Hengky, tidak bekerja secara maksimal dalam melakukan upaya percepatan membangkitkan ekonomi daerah, apalagi sebelumnya ada sejumlah proyek yang telah dipikirkan, dirancang dan dicanangkan tak kunjung dikerjakan oleh pemerintah saat ini.

"Saya akan selalu kritisi pemerintah dan wartawan juga harus kritis , karena setiap informasi tidak dipublikasikan secara benar, secara baik sumber dananya dari siapa dan berapa kemudian untuk siapa, itu semua harus jelas,"terangnya kepada sejumlah watrawan media cetak dan online di hotel horex sentani, kamis (30/5) sore.

Lanjut hengky mengemukakan, meskipun beberapa tahun belakangan ada sejumlah perubahan di Kabupaten Jayapura, namun menurutnya masih jauh tertinggal dan butuh perubahan lebih supaya dampak baik dapat dirasakan oleh penduduk yang setiap tahunnya secara sadar membayar pajak ke pemerintah daerah, salahsatu solusi yang di pinta oleh hengky, agar pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  hendaknya bisa mengurangi belanja untuk kebutuhan administrasi dan aparatur secara berlebihan.

"Seperti saya membayar pajak kendaraan bermotor,bayar pajak bumi dan bangunan tempat saya tinggal menyeberang sebuah jembatan dan jembatan itu dari tahun 2010 sudah diukur untuk dibangun, sampai hari ini belum dibangun alasannya tidak ada anggarannya meski perencanaannya sudah ada," paparnya.

Keluhan dirinya dan masyarakat juga telah ia sampaikan kepada kepala dinas Pekerjaan Umum (PU), masyarakat pemilik sertifikat telah membayar pajak, dan hasil pajak disetor salah satunya untuk pembangunan, jadi perlu diprioritaskan juga pembangunan untuk infrastruktur.

"Jangan sampai pengusaha bayar pajak, masyarakat bayar pajak malah dipakai untuk jalan-jalan yang tidak ada hasilnya, ini harus dikritisi karena ini sudah penipuan terhadap publik,"ungkap hengky.

Hengky menambahkan, kurangnya perhatian dari pihak PU Provinsi Papua juga PU Kabupaten Jayapura untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur, merupakan bentuk pembodohan kepada publik karena dianggap melakukan pembiaran dan kejahatan kepada publik, karena hasil pajak dari rakyat yang harus kembali kepada rakyat dan merasakan manfaatnya, tidak mereka rasakan.

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.