Menjelang Lebaran, PLN UIP Papua Fokus Rampungkan GI Aimas | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Pembangunan GI Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Pembangunan GI Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Menjelang Lebaran, PLN UIP Papua Fokus Rampungkan GI Aimas

Ekonomi & Bisnis Penulis  Jumat, 31 Mei 2019 20:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua terus berupaya untuk merampungkan target dalam pembangunan Gardu Induk (GI) Aimas yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong.

Pembangunan GI Aimas ini akan menyalurkan daya yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang berkapasitas 50 MW.

“PLTMG tersebut rencananya akan beroperasi akhir Juni mendatang, sehingga pembangunan GI harus segera selesai,” ujar General Manager PLN UIP Papua, Reisal Rimtahi Hasoloan, Kamis (30/5/2019).

“Progres konstruksi GI Aimas hingga saat ini sudah 82 persen, kami targetkan pertengahan Juni mendatang dapat terselesaikan semua, oleh sebab itu, libur lebaran nanti pembangunan GI tetap berjalan agar dapat selesai sesuai target,” sambungnya.

Pembangunan PLTMG ini, kata Reisal,  merupakan salah satu dari program 35.000 Megawatt yang ada di Tanah Papua. Terdapat 2 unit pada PLTMG, sampai dengan saat ini progress dari masing-masing pembangunan sudah mencapai 83,31 persen dan 73,2 persen.

Pihaknya berharap  GI Aimas dan PLTMG dapat selesai dan masuk ke sistem pada awal semester dua mendatang. Dari sisi pembangunan transmisi atau tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), PLN telah menyelesaikan pembangunan transmisi SUTT 150 kV.

“Transmisi SUTT sebanyak 36 tower tersebut, melintas dari Kampung Arar hingga Kelurahan Malawili. Kendati belum dioperasikan, namun SUTT tersebut telah memperoleh Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB),” jelasnya.

“Pembangunan transmisi 150 kV sudah selesai. Transmisi tersebut merupakan transmisi SUTT pertama di Papua dan Papua Barat dengan jarak 23,4 kms. Kami berharap dengan peningkatan sistem kelistrikan nantinya, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan juga industri di Sorong dan sekitarnya,” sambung Reisal.

Dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu merasa takut dan khawatir untuk melakukan aktifitas di sekitar transmisi SUTT. Isu negative terkait dengan radiasi yang beredar tidak benar adanya.

“Ruang bebas SUTT dirancang dengan jarak yang aman untuk aktifitas yang berada di bawah jaringan,” ujarnya. (Zulkifli)

Dibaca 128 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.