Klemen Tinal: Tak Puas, Caleg Diminta Tempuh Jalur Hukum | Pasific Pos.com

| 19 July, 2019 |

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal. Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal.

Klemen Tinal: Tak Puas, Caleg Diminta Tempuh Jalur Hukum

Headline Penulis  Selasa, 28 Mei 2019 19:22 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal minta kepda calon legislatif (caleg) yang keberatan dengan pelaksanaan pesta demokrasi serta menemukan kejanggalan terkait hasil penghitungan suara, dipersilakan menempuh jalur hukum.

Penegasan itu disampaikan Klemen Tinal terkait dengan tewasnya empat warga di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Senin kemarin.

"Kita tidak harapkan masalah seperti itu, jika ada problem dan masalah, silakan dilaporkan sesuai peraturan yang berlaku. Pihak yang ingin mengajukan sengketa hasil pemilu bisa diselesaikan melalui jalur hukum," katanya Selasa (28/05/2019).

Diketahui, Pada Senin (27/05/2019) siang, sekitar 350 orang yang didugaa digerakan oleh salah satu oknum Caleg yang tidak puas atas hasil pleno KPU Asmat, mengamuk dengan merusak kantor Distrik Fayit dan salah satu rumah milik Anggota DPRD Asmat.

Empat petugas Posramil Fayit yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mencoba menenangkan dengan mengeluarkan tembakan ke atas untuk menghalau massa, namun massa justru semakin beringas dan berbalik menyerang anggota TNI tersebut.

Dalam situasi terancam salah seorang anggota posramil terpaksa mengeluarkan tembakan sambil mundur ke arah Pos untuk menyelamatkan diri dan mengamankan pos dengan kekuatan yang sangat terbatas. Akibat kejadian tersebut, empat warga tewas dan satu orang lainnya mengalami luka tembak.

"Saya harapkan kepada semua pihak untuk bersabar karena saat ini sudah ada tim gabungan yang turun ke lokasi kejadian. Semua pihak yang terlibat diperiksa supaya semua pihak mendapatkan rasa keamanan dan keadilan," tuturnya.

Kepada oknum Caleg yang merasa tidak puas dengan keputusan KPU, Klemen meminta yang bersangkutan tidak lagi menempuh langkah anarkis dan mengikuti setiap prosedur hukum yang ada.

"Ini bukan akhir, ini hanya perlombaan, lima tahun lagi akan ada lagi pemilu, (jadi) lebih siapkan diri. Kontrol dari masyarakat juga harus lebih baik sehingga tidak ada kecurangan seperti itu supaya kualitas Pemilu di Papua lebih baik," cetusnya.

Empat warga yang tewas akibat kejadian tersebut adalah, Xaverius Sai (40), Nikolaus Tupa (38), Matias Amunep (16) dan Frederikus Inepi (35).

Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua serta Komnas Ham Papua untuk membentuk tim investigasi guna mendapatkan keterangan yang akurat.

Pagi ini (28/05/2019) Tim investigasi yang terdiri dari unsur Pomdam XVII/Cenderawasi, Kumdam XVII/Cend, Kesdam XVII/Cend, Korem 174/ATW, Polda Papua dan Komnas HAM Papua telah bertolak ke Fayit. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigje TNI R. Agus Abdurrauf.

Dibaca 91 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX