Defisit Daya Listrik, Pemerintah Daerah Diminta Tekan PT SDIC | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Defisit Daya Listrik, Pemerintah Daerah Diminta Tekan PT SDIC

Papua Barat Penulis  Selasa, 28 Mei 2019 15:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Manokwari sebagai ibu kota provinsi Papua Barat, terus berkembang. Apalagi, kota ini juga telah menjadi lokasi investasi perusahaan China pabrik Semen Maruni, PT SDIC.

Kehadiran perusahaan disisi lain bagus karena mendukung perkembangan perekonomian daerah. Namun, disisi lain juga memberikan dampak. Apalagi, akhir-akhir ini PT. SDIC memutuskan untuk menghentikan suplay daya listrik di Manokwari dengan dalih untuk penambahan produksi dan karena mesin mengalami kerusakan.

Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambeyouw mengatakan, PT SDIC sebagai perusahaan besar di daerah seharusnya sudah sepatutnya ikut mendukung perekonomian di daerah. Namun, ternyata PT SDIC sempat menghentikan suplay daya hingga Manokwari mengalami pemadaman listrik secara bergilir dan waktu yang lama.

“Pemkab maupun Pemprov Papua Barat seharusnya malu dan berdoa terhadap rakyat. Rakyat telah memberikan kepercayaannya kepada pemkab Manokwari maupun pemprov Papua Barat. Karena hal penting yang mesti dipikirkan adalah penerangan, dan air bersih, serta lainnya. Yang menjadi pertanyaan, apakah PT SDIC lari diluar MoU  tentang bagimana PT SDIC mensuplay listrik untuk kabupaten Manokwari. Nah, inilah yang menjadi pertanyaan bagi kita rakyat,” kata Mambeyouw kepada Tabura Pos di sekretariat Parjal Papua Barat, kemarin.

Terjadinya krisis listrik di wilayah ibu kota provinsi Papua Barat ini, maka Parjal Papua Barat meminta pemkab Manokwari dan pemprov Papua Barat harus tegas. “Apapun yang terjadi PT SDIC berada di Ibu Kota Provinsi Papua Barat, maka pemkab maupun pemprov harus mengunakan otoritasnya untuk meminta PT SDIC melayani listrik di wilayah Manokwari,” tegas Mambeyouw.

Lebih lanjut Ia mengemukakan, bahwa harus ada win-win solution dari pemkab dan pemprov bersama PT SDIC terkait suplay listrik di wilayah Manokwari. “Tidak ada win-win solusi, pasti masyarakat tidak akan percaya kepada kepemimpinan hari ini,”tukasnya.

Menurutnya, kebutuhan akan listrik sangatlah penting, namun juga dibutuhkan birokrasi, pengusaha, serta lainnya. “Pemkab dan Pemprov harus mengambil sikap agar menekan PT SDIC agar tetap mensuplay listrik di Manokwari, sebab PT SDIC ini ada di ibu kota provinsi Papua Barat. Banyak rakyat yang jadi korban akibat terjadinya pemadaman arus listrik, usaha mereka tidak berjalan, alat-alat elektronik mereka rusak, dan kadang terjadi kerugian akibat kecurian saat pemadaman listrik. Inilah dampak-dampak negatif yang dirasakan dari masyarakat, maka harus ada sikap tegas dari pemkab maupun pemprov Papua Barat,” tandas Mambeyouw. [FSM-R3]

Dibaca 128 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX