Sempat Naik Harga, Cabai Rawit di Pasar Timika Kembali Turun | Pasific Pos.com

| 12 December, 2019 |

Sempat Naik Harga, Cabai Rawit di Pasar Timika Kembali Turun

Ekonomi & Bisnis Penulis  Senin, 27 Mei 2019 19:17 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika - Harga cabai rawit di Pasar Sentral Timika Papua, kembali turun sejak Sabtu (25/5/2019) lalu. Namun para pedagang menduga akan ada kenaikan cabe lagi sebab Kapal dan Pesawat yang mengangkut cabe kemungkinan terlambat.

Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir harga cabai rawit ini naik dengan harga Rp 120.000 perkilogram, namun kini sudah turun rp 80.000 ribu perkilogramnya.

Menurut para pedagang di Pasar Sentral Timika, harga cabai rawit sudah mulai turun sejak stok di agen mulai banyak, setelah adanya pesawat dan kapal yang mengangkut cabai rawit tersebut.

Seorang pedagang pasar Sentral Timika, Kasmawati menjelaskan cabai rawit mulai turun karena stok cabai mulai meningkat setelah adanya pesawat dan kapal yang tiba membawa cabai rawit tersebut dari luar daerah.

“Untuk cabai rawit impor dari luar timika kini dijual seharga rp 80.000 perkilogramnya, sementara cabai rawit lokal dijual seharga rp 100.000 perkilogramnya,” ujar Kasmawati, Senin (27/5)

Meskipun demikian, tidak menjamin harga cabai rawit ini tetap normal hingga lebaran nanti, dikarenakan ia menduga harga cabai rawit ini akan kembali naik kembali, dan harga cabai turun saat ini dan kemungkinan hanya beberapa hari kedepan saja.

Sementara itu pedagang lainnya Edi menjelaskan turunnya harga cabai rawit ini setelah cabai yang didatangkan dari Merauke dan Makassar sudah tiba dengan menggunakan pesawat dan kapal laut.

Semnetara itu juga menurutnya tidak menjamin bila harga cabai rawit ini tetap normal hingga lebaran nanti, dan kalau tidak ada pesawat dan kapal beberapa hari kedepan kemungkin harga cabai rawit ini akan naik lagi.

“Kalau kapal dan pesawat pembawa cabai rawit terlambat, tentunya harga cabai rawit juga akan naik secara otomatis,” ungkap Edi.

dia menambahkan, harga cabe naik dan turunnya itu tergantung kapal dan pesawat, jika kapal dan pesawat masuknya lancar ke timika maka stok cabe normal sebab kapal dan pesawat yang membawa cabai. (Ricky).

Dibaca 139 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX