Lima Puskesmas Sudah Terakreditasi | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Perwakilan Puskemas saat mengikuti workshop (foto:iis) Perwakilan Puskemas saat mengikuti workshop (foto:iis)

Lima Puskesmas Sudah Terakreditasi

Papua Selatan Penulis  Rabu, 22 Mei 2019 21:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr.Adolf Bolang mengemukakan bahwa 5 Puskesmas yang sudah menjalani proses akreditasi tahun 2017, yakni Puskesmas Mopah, Rimba Jaya, Kuprik, Tanah Miring dan Kurik. Patut disyukuri karena berkat kerja keras maka 5 Puskesmas ini dapat terakditasi dimana dua untuk madya dan tiga yang dasar. Menindak lanjuti proses akreditasi ini maka setiap 3 tahun harus direakreditasi. Apalagi pada tahun 2020 mendatang Papua juga menjadi penyelenggara PON dan salah satu hasil pertemuan tahun lalu , diminta Puskesmas yang menjadi lokus untuk pelaksanaan PON kalau bisa akreditasi paripurna.

“Jadi gelombang pertama ini diikuti oleh 5 Puskesmas yang sudah terakreditasi dan kita harus menargetkan paripurna namun jika meleset ya, madya utama. Jangan kita targetkan dasar karena jika meleset maka bisa tidak lulus. Oleh sebab itu perlu optimis dan kerja sama karena proses reakreditasi ini memang cukup sulit,”terangnya pada kegiatan workshop audit internal dan tinjauan manajemen Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke  di Swiss-Belhotel belum lama ini.  Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa perlu ada inovasi yang terus dilakukan dan selalu memperbaharui hal-hal yang masih kurang, apakah dalam hal administrasi maupun pelayanan. Jadi perlu dilakukan perbaikan agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan tujuan dari reakreditasi ini.

Begitu pula dengan program kerjasama  sebab seperti yang diketahui santer diberitakan bahwa rumah sakit yang tidak terakreditasi akan diputus kontraknya dengan BPJS. Ke depan kemungkinan pula ini berlaku terhadap FKTP, baik Puskesmas maupun klinik atau dokter keluarga. Masing-masing elemen ini memiliki penilaian yang berbeda-beda namun yang paling banyak ada di Puskesmas karena terdapat manajemen, UKP dan UKM. “Selama ini orientasi kita adalah pelayanan di dalam gedung untuk Puskesmas. Tapi ternyata setelah kita akreditasi,  diketahui kegiatan Puskesmas paling banyak dan yang utama seharusnya 80% di luar gedung. Nah, untuk tujuan itu maka perlu ada penyempurnaan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya dengan cara audit internal sehingga kita dapat berupaya melengkapi kekurangan yang ada,”pungkasnya.

Dibaca 44 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.