Harkitnas Berlangsung Di Bulan Ramadhan | Pasific Pos.com

| 16 September, 2019 |

  Para tamu undangan saat mengikuti upacara (foto:iis) Para tamu undangan saat mengikuti upacara (foto:iis)

Harkitnas Berlangsung Di Bulan Ramadhan

Papua Selatan Penulis  Rabu, 22 Mei 2019 20:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

‘Sarana Mengejar Pahala’

 

MERAUKE,ARAFURA,-Harkitnas tahun ini berlangsung dalam bulan Ramadhan dan bagi umat muslim bulan ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenci oleh Allah seperti permusuhan dan kebencian. Apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah hingga pada akhirnya pada ujung Ramadhan nanti kita bisa seperti Mahapatih Gajah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita. Dengan semua harapan tersebut maka sangat relevan apabila peringatan Harkitnas disematkan tema “bangkit untuk bersatu, kebangkitan untuk persatuan” .

Hal itu dikemukakan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Asisten II Setda Merauke, Sunarjo, S.Sos pada upacara peringatan Harkitnas yang ke-111 di lapangan Kodim 1707 Senin lalu.  Menteri mengungkapkan bahwa peringatan Harkitnas kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa. Kita juga berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda namun semua pihan kita diniatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tidak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan social kita. 

Lebih lanjut dikemukakan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar yang telah mampu menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad.  Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun Bapak Proklamator Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila tunggal maka yang menjadi intinya inti, core of the core adalah gotong royong.  Menurut Bung Karno jika kuperas yang kelima ini menjadi satu maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong yakni pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama dan perjuangan bantu binantu.

Dibaca 89 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.