Wagub Minta THR Dibayar Tepat Waktu | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal. Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal.

Wagub Minta THR Dibayar Tepat Waktu

Info Papua Penulis  Rabu, 22 Mei 2019 20:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua mengingatkan kepada perusahaan di kabupaten/kota agar membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan tepat waktu.

Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE. MM kepada wartawan diruangan kerjanya, Rabu (22/5).
"semua perusahaan yang ada di Papua bosa menyiapkan dan memberikan THR dengan tepat waktu, sesuaiPeraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi Pekerja/ Buruh di Perusahaan. Hal ini dilakukan agar pekerja dapat menyambut Idul Fitri dengan baik,” Kata Klemen Tinal.

Menurutnya, perusahaan bisa kena sanksi apabila tak juga membayar THR karyawan dibawah waktu minimum. Sanksi bisa berupa denda yang digunakan untuk kesejahtera karyawan. “Untuk denda sudah diatur dalam Kemenaker tahun 2016,” pungkasnya

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengatakan, Perusahaan swasta di Tanah Air diminta membayar Tunjangan Hari Raya (THR) maksimal dua minggu sebelum Lebaran 2019. meskipun jika mengacu pada regulasi pembayaran THR dilakukan paling lambat H-7. “Hal ini dilakukan agar pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan baik,” kata.

Pemberian THR Keagamaan, menurut Menaker, merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan, besaran THR Lebaran 2019 sebesar 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja di bawah 12 bulan, memperoleh THR sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan upah.

Sementara bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, besaran THR-nya berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Sedangkan bagi pekerja lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

“Bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan lebih besar dari nilai THR yang telah ditetapkan, maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan yang tertera di perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebisaan yang telah dilakukan,” kata Menaker.

Dibaca 48 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.