LNG Tangguh akan Rekrut Anak-anak Papua untuk Disekolahkan | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

LNG Tangguh akan Rekrut Anak-anak Papua untuk Disekolahkan

Papua Barat Penulis  Rabu, 22 Mei 2019 10:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – LNG Tangguh mulai mengikuti langkah PT. SDIC untuk menyekolahkan anak-anak Papua. Mulai tahun depan, akan merekrut anak-anak Papua untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar anak-anak Papua juga bisa menduduki posisi yang lebih baik di perusahaan tersebut.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinas Nakertrans) Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba mengatakan, mulai tahun 2020, LNG Tangguh akan melakukan perekrutan terhadap anak-anak Papua untuk dikuliahkan.

“Mulai perekrutan 2020 dan selesai pendidikan target 2028. Itu target perusahaan supaya tempat strategis di perusahaan itu juga ada orang asli Papua di dalam,” sebut Dowansiba kepada wartawan usai ziarah di TMP Trikora Manokwari, Senin (20/5).

Sementara mengenai upaya Dinas Nakertrans Manokwari agar anak-anak Papua memiliki skill untuk bisa ditempatkan di LNG Tangguh, pihaknya mengalami kendala dalam memberikan pelatihan dan keteramplan kepada anak-anak Papua karena BLK yang ada saat ini belum berfungsi dengan baik.

“BLK memang ada, tapi itu dari kementerian, tapi pindah ke daerah belum ada perbaikan. BLK akan diusahakan supaya diperbaiki,” sebutnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat berencana membangun BLK yang lebih besar di Manokwari Selatan. Ia berharap, rencana itu bisa melahirkan anak-anak Papua yang memiliki skill untuk bisa bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada, termasuk LNG Tangguh.

“Itu BLK dari provinsi, dari situ akan ada pelatihan untuk setiap bidang. Seperti tambang, bangunan, dan lain-lain. Itu sementara rencana pemerintah provinsi, tapi kita lihat belum. Cuman tergantung APBD juga. Kalau uangnya ada, dianggarkan untuk itu,” katanya.

“Harapan kami semua orang bisa bekerja. Tapi kerjanya apa. Kadang-kadang kita ngotot kenapa tidak diterima, tapi kita perlu lihat diri sendiri,” imbuhnya.

Dia menambahkan, setiap orang pasti memiliki harapan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan. Namun, hal itu kembali pada keterampilan atau skill yang dimiliki.

“Kita lihat kemampuan dulu, apakah di juru masak, ibu rumah tangga atau ASN, kompetensi saya apa. Jadi kita bicara mau kerja, tapi nanti sampai sana kerja apa. Itu persoalannya. Karena kerja itu kan mau cepat dan tepat. Yang menerima manfaat dari pekerja juga harus lihat hasil yang memuaskan,” tukasnya. (BNB-R3)

Dibaca 106 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.