Disdukcapil Tidak Bayar ULP Pegawai yang Malas Masuk Kantor | Pasific Pos.com

| 16 September, 2019 |

Disdukcapil Tidak Bayar ULP Pegawai yang Malas Masuk Kantor

Papua Barat Penulis  Rabu, 22 Mei 2019 10:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bintuni, TP - Untuk meningkatkan disiplin kerja di lingkup Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Teluk Bintuni, kepala dinas dan staf telah menyepakati bersama bahwa bagi pegawai yang tidak masuk kantor atau kerja  tidak mendapatkan uang lauk pauk (ULP).

Kepala Dinas Dukcapil Teluk Bintuni Irwansyah Nazar, S.Sos, MM, menuturkan, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai di Disdukcapil dalam melayani masyarakat dan untuk memberikan apresiasi kepada pegawai yang masuk kerja.

“Bagi pegawai yang tidak disiplin masuk kerja tidak mendapatkan uang lauk pauk ini sudah diterapkan oleh Disdukcapil sejak saya menjabat sebagai kepala dinas,” ungkap Nazar kepada Tabura Pos saat ditemui di kantornya di kompleks Perkantoran Pusat Pemerintahan Pemda Teluk Bintuni di Bumi Saniari SP-3 Distrik Manimeri, belum lama ini.

Irwansayah menyebut, pegawai yang bekerja di Disdukcapil Teluk Bintuni saat ini sebanyak 63 orang yang terdiri dari pegawai PNS sebanyak 39 orang dan tenaga honorer sebanyak 24 orang.

Tingkat kehadiran pegawai dilingkup Dinas Dukcapil dalam sebulan, lanjut dia, baru mencapai 75%. dan yang tidak masuk kantor tergambar dalam absensi harian yang harus di isi setiap hari kerja.

“Terdapat sebanyak 5 sampai 10 orang dalam sebulan tidak masuk kantor dengan alasan ada yang sakit, dan juga karena ada yang sedang tugas belajar. Sedangkan yang tidak masuk kerja 5 hari dalam sebulan itu saya biasanya panggil lalu menanyakan alasan pegawai tersebut kenapa sampai tidak masuk kantor,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, dirinya selalu memangil pegawai yang sudah tidak masuk selama lima hari agar mereka bisa bertanggung jawab dalam  bekerja sebab mereka digaji dari negara.

“Biasanya pegawai yang masuk tanpa alasan dalam sebulan bisa 4 sampai 5 orang. Mereka yang tidak masuk itu harus komitmen untuk tidak mendapatkan uang ULP sesuai dengan jumlah hari yang pegawai tersebut tidak masuk kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk tunjangan pendapatan pegawai (TPP) sudah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat, namun di kabupaten Teluk Bintuni ini belum diterapkan.

“Saya kira kalau itu juga diterapkan di sini maka dipastikan banyak pegawai yang rajin masuk kantor. Dan dalam bulan puasa ini kami bekerja sampai jam 3 sore untuk melayani masyarakat. Di luar bulan puasa kami bekerja hingga jam 5 sore,” tandas Irwansyah. [ABI-R4]

Dibaca 92 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.