Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111 | Pasific Pos.com

| 19 July, 2019 |

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 111

Papua Barat Penulis  Selasa, 21 Mei 2019 10:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Bangkit untuk Bersatu dan Kebangkitan untuk Persatuan



Manokwari, TP - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (HKN) ke – 111, Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar upacara bendera di halaman kantor Gubernur Papua Barat di Arfai, Senin (20/5).

Nampak, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan bertindak sebagai inspektur upacara dan pimpinan barisan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Papua Barat, Frans P. Istia. Peserta upacara adalah pejabat eselon II, III dan IV serta para pegawai honorer di lingkungan Pemprov Papua Barat.

Mengacu dengan tema nasional ‘bangkit untuk bersatu dan kebangkitan untuk persatuan’ Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengemukakan naskah sumpah palapa yang ditemukan pada kitab pararaton yang bertuliskan Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi Tan Ayun Amuktia Palapa, Sira Gaja Mada.

Menurut Mandacan, memiliki banyak penafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan “Amukti Palapa”. Banyaknya penafsiran itupun akhirnya sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, hingga akhirnya para ahli bersepakat amukti palapa diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan diri sang Mahapati Gajah Mada.

“Artinya ia tidak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan nusantara. Dimana, sumpah palapa merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, wilayah nusantara yang disatukan oleh gajah mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Gubernur Mandacan mengatakan, peringatan HKN kali ini berlangsung pada bulan Ramadhan. Bagi umat muslim bulan suci ini menuntun umatnya untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian.

Apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah, hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadhan nanti bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada. “Menghakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudaranya,” ucapnya.

Masih dalam sambutannya, Mandacan mengemukakan bahwa saat ini, bangsa Indonesia berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat. “Pilihan yang berbeda-beda dalam Pemilu, namun semua pilihan kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu, tak ada masalahnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” ujarnya.

Tahap-tahap pemilihan Presiden-Wakil Presiden serta anggota legislatif berlangsung lancer, salah satu faktornya berkat pengorbanan anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), hingga berkorban nyawa.

“Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses Pemilu. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh UU dalam beberapa hari ke depan,” ucapnya. [FSM-R3]

Dibaca 83 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.