Kawasan Wisata Mangrove Dipalang | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Kawasan Wisata Mangrove Dipalang

Papua Barat Penulis  Senin, 20 Mei 2019 13:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Sorong, PbP - Tercatat baru satu hari diresmikan, Kawasan Wisata Mangrove Klawalu di Jalan Malibela, Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, sudah dipalang sekelompok warga, Jumat (17/5).

Sekelompok warga ini, diketahui merasa tersinggung dengan pernyataan beberapa pejabat yang membawakan sambutan, saat peresmian kawasan wisata yang tengah viral di Kota Sorong tersebut.

Pantauan media ini, sekelompok warga yang berjumlah puluhan orang, melakukan pemalangan akses jalan satu-satunya yang kurang lebih berjarak 200 meter dari Kawasan Wisata Mangrove.

Saat ditemui wartawan, kelompok warga tersebut menyerukan 3 pernyataan yang menyinggung mereka, sehingga melakukan aksi pemalangan, dengan tujuan agar tidak ada aktivitas di kawasan wisata tersebut.

Ditanya tentang hal yang membuat mereka tersinggung, kata warga yang enggan namanya dikorankan, kata mereka butuh klarifikasi dari pemerintah daerah dan juga pemilik ulayat, tentang pernyataan bahwa mereka akan diusir ke daerah asal, dilarang beraktivitas atau mengambil apapun dari kawasan tersebut, serta tak diikutsertakan dalam bagian dari kawasan wisata tersebut.

Menurut mereka, sebelum hutan mangrove itu ada, sekitar lokasi tersebut sudah dijadikan lahan pencari nafkah dan penunjang kehidupan mereka setiap harinya. Mereka mengklaim, karena aktivitas mereka di sana, sehingga lokasi wisata itu bisa terlihat terang.

"Lahan inilah yang buat kami hidup. Kami bekerja mengumpulkan batu dan kayu. Namun kalau pemerintah sudah larang kami, sekarang kami mau makan apa? Coba datang bicarakan dengan kita yang selama ini lelah bersihkan hutan ini,”ujar salah satu warga.

Mereka juga mengeluhkan soal piring makan mereka yang tak akan terisi lagi, jika tak diperbolehkan lagi beraktivitas di sana.

“Mau biarkan kami mati? Kami sudah tidak ada pekerjaan. Apa mau pergi curi ke sana ke mari untuk bisa hidup?"ujar warga yang melakukan pemalangan.

Mereka mengancam akan terus melakukan pemalangan, jikalau tidak ada pertanggung jawaban dari pemerintah kota. Mereka juga meminta Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM untuk turun langsung dan melihat keluhan serta aspirasi yang diutarakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong, Amos Kareth, SH yang dikonfirmasi terpisah via telepon mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib, agar masalah bisa ditangani.

Menurut dia, soal peresmian Kawasan Wisata Mangrove, sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sudah ada kesepakatan antara pemilik hak ulayat dan pemerintah.

Apabila ada oknum yang tidak setuju dengan kawasan tersebut, sambung Amos, perlu menyampaikan aspirasinya dengan bijak dan harus dibawa melalui perundingan yang baik pula.

"Masalahnya hanya karena tersinggung dengan pernyataannya pemilik hak ulayat, yakni pak Yonas Malibela saat peresmian. Sementara pemilik hak ulayat yang punya hak atas tanahnya sendiri. Masalah ini sudah kita laporkan ke Polsek Sorong Timur untuk ditangani,”ujarnya.

Dia berharap, para warga yang melakukan pemalangan bersedia hadir untuk mediasi bersama di Polsek Sorong Timur, agar bisa diupayakan penyelesaiannya hingga tuntas dan Kawasan wisata Mangrove tetap berjalan. [JEF-R3]

Dibaca 40 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX