DPRP: Paulus Waterpauw Harus Tegakan Hukum di Papua secara Adil | Pasific Pos.com

| 19 July, 2019 |

DPRP: Paulus Waterpauw Harus Tegakan Hukum di Papua secara Adil

Headline Penulis  Senin, 03 Agustus 2015 04:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Papua mengharapkan agar Kapolda Papua, Brigjen (Pol) Paulus Waterpauw dapat menegakan hukum di Papua secara adil, untuk meminimalisir konfik di tanah Papua.
“Kami harap Brigjen Paulus Waterpauw bisa berbuat seperti apa yang diharapkan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Proses penegakan hukum harus ditegakan seadil-adilnya,” kata Fraksi Hanura DPRP, Yan Mandenas kepada wartawan, Jum’at (31/7).
DPRP, kata Yan, juga mengapreasiasi kebijakan Presidan dan Kapolri yang mendukung kaderisasi di Papua, dengan menunjuk putra asli Papua untuk memimpin Polda Papua. “Ini sejarah Putra terbaik Papua meraih bintang dua dengan menjabat Polda tipe A dikampung halamnnya,” ucapnya.
Menurutnya, selama ini banyak tindakan criminal yang berhasil terselesaikan oleh kepolisian, meskipun masih perlu ditingkatkan. Maka itu, ia berpandangan perlunya proaktif  dan kecepetan dari kepolisian,sehinga masalah dengan masalah yang terjadi di Papua dapat terselesaikan.
“Saya pikir di Papua banyak masalah criminal yang menumpuk, jadi ini yang saya berharap kepada Kapolda baru untuk melakukan langkah komunikasi-komunikasi, baik lintas lembaga maupun yudikatif dan TNI-Polri,” katanya.
Mengenai insiden Tolikara, Yan Mandenas menyimpulkan diakiibatkan karena aparat kepolisian tidak cepat merespon gejolak dan isu konflik, sehingga menyebabkan melebar menjadi isu nasional, bahkan international. “Apabila polisi bisa cepat, saya pikir masalah Tolikara tidak akan terjadi,” ujar Yan.
Selain penegakan terhadap pelaku criminal, Yan juga meminta Polda Papua harus tampil sebagai garda terdepan dalam pemberantasan korupsi di Papua. “Jadi tugas utama yang akan kami minta, Kapolda Papua harus tuntaskan kasus-kasus korupsi, sehingga tidak ada proses-proses pembiaran yang berlangsung,” pinta dia lagi. (Syaiful)

Dibaca 2145 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.