Yenu Minta Polisi Tangkap PPD Manokwari Barat | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Yenu Minta Polisi Tangkap PPD Manokwari Barat

Papua Barat Penulis  Senin, 13 Mei 2019 10:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Emanuel Yenu, calon anggota DPR Papua Barat dari Partai Demokrat nomor urut 1, meminta aparat kepolisian menangkap Panitia Pemungutan Distrik (PPD) Manokwari Barat dan Bawaslu Provinsi Papua Barat menindaklanjuti laporannya.

Ini dilontarkan Yenu dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 di Aston Niu, Manokwari, Minggu (12/5) sore. Dikatakannya, PPD Manokwari menjadi penyebab beberapa kesalahan yang sama dalam penyampaian hasil rekapitulasi suara, sehingga perolehan suaranya terjadi selisih sangat jauh dengan yang ditetapkan.

Awalnya, Ketua KPU Kabupaten Manokwari, Abdul Muin Salewe yang membacakan dokumen atau DB1 mengalami kesalahan, dimana DB1 yang pertama yang disampaikan, nama Emanuel Yenu mendapat 3.655 suara, ternyata dokumen yang dibacakan salah dan harus dikroscek kembali. Setelah dibacakan dokumen DB1 hasil perbaikan, suara Emanuel Yenu adalah 2.623 suara.

“Apa yang terjadi sekarang, itu pun terjadi di sana, dimana telah dilaksanakan pada saat pleno pertama, hasilnya berbeda. Kemudian, dilakukan seperti ini dan kali itu terulang lagi di tempat yang sama pada orang yang sama pada saya yang mengalami hal yang sama. Pada posisi ini, kami telah menunjukkan kepada Bawaslu kemarin dan pada saat pleno telah meminta polisi menangkap PPD Distrik Manokwari Barat, karena telah melakukan kejahatan pemilu. Meminta secara lisan dan secara tertulis kepada Bawaslu untuk menindak hal ini, karena menurut kami, ini kejahatan politik, kejahatan pemilu,” tukasnya.

Ia mengaku sudah menyurat ke Bawaslu apabila bisa mengeluarkan surat rekomendasi meminta membuka kotak suara di KPU. Menurutnya, apa yang dialaminya juga dialami saksi calon anggota DPD-RI bahwa hingga pleno tidak mendapatkan data. “Ini seakan dipaksakan mengikuti pleno tanpa data dan ternyata di tempat yang sama sejarah terulang. Bawaslu, minta tolong ditinjau ke bawah dari tempat ini dan merekomendasikan dan melihat apa yang baru saja terjadi. Dokumen dari yang disegel, kemudian mengalami kekeliruan dan harus diperbaiki, ini bukan hal main-main, tetapi menyangkut nasib daerah ini,” ujarnya.

Atas kekeliruan data yang disampaikan, akhirnya KPU Kabupaten Manokwari diminta mengkroscek kembali dengan DB1. Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana meminta seluruh saksi ke depan untuk mengkroscek DB1.

Dari 16 partai, baru 13 partai yang sudah menerima dokumen dan 3 saksi partai belum menerimanya. Meski begitu, pleno tetap dilanjutkan karena jumlah saksi yang menerima DB1 lebih banyak dan akhirnya disetujui pleno dilanjutkan.

Sementara itu, di luar lokasi rapat pleno, sejumlah massa pendukungnya menyuarakan dukungan terhadap Yenu dan meminta PPD Manokwari Barat ditindak. [RYA-R1]

Dibaca 242 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.