Dukung Ketahanan Pangan, ‘Yonmarhanlan XI Produksi Tiga Ton Padi’ | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Suasana panen raya belum lama ini (foto:ist) Suasana panen raya belum lama ini (foto:ist)

Dukung Ketahanan Pangan, ‘Yonmarhanlan XI Produksi Tiga Ton Padi’

Papua Selatan Penulis  Minggu, 12 Mei 2019 17:39 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XI melaksanakan panen raya padi di Ksatrian Marinir Anim Ha atau juga dikenal dengan sebutan Sarang Petarung Marinir Buaya Muara Yonmarhanlan XI Jalan Diko 1 Trans Irian Wasur Kelurahan Rimba Jaya Distrik Merauke Kabupaten Merauke. Rabu, (08/05/2019). Danyonmarhanlan XI, Mayor Mar Jackson Roy Paliman Pauta, S.Tr.Han., M.Tr.Hanla, didampingi oleh para Perwira Staf, Kompi dan segenap prajurit Buaya Muara (sebutan Yonmarhanlan XI) serta Kadis Pertanian Merauke yang diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura,  Daniel Hiariej, Bulog Merauke yang diwakili oleh Kasi Gasar Pengadaan dan Pelayanan, Riyadi Muslim serta perwakilan kelompok tani kampung Wasur Distrik Merauke untuk melaksanakan panen raya padi.

Lahan yang dulunya kosong dengan luas kurang lebih 2 hektar di sarang petarung Buaya Muara disulap oleh Prajurit Yonmarhanlan XI menjadi lahan produktif berupa sawah yang dikelola sendiri oleh Prajurit Yonmarhanlan XI *Kopda Marinir Kasdi*. Lahan yang awalnya ditumbuhi belukar dan ilalang tersebut di ‘cap’ tidak layak tanam, karena setiap musim hujan tiba lahan tersebut tergenang air dan meluap, kemudian pada saat musim kemarau tiba lahan tersebut kering. Dengan keuletan dan semangat para Prajurit akhirnya lahan kosong ini diolah dan mampu membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Program ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar agar mampu memanfaatkan lahan kosong untuk hal produktif dengan baik, sehingga akan menjadi peluang menambah penghasilan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Di samping itu untuk peningkatan ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional, Yonmarhanlan XI bersama masyarakat sekitar ingin membuktikan bahwa ketahanan pangan di Indonesia dapat terwujud di daerah wasur Kabupaten Merauke.

“Inisiatif mengolah lahan ini adalah merupakan ide dari para Prajurit Yonmarhanlan XI yang menyampaikan bahwa daripada kita memotong ilalang setiap minggu di area seluas ini alangkah baiknya ditanami padi dan tanaman Hortikultura lainnya. Pada tahun 2017 kita berhasil sekali panen, kemudian di tahun 2018 dua kali panen kemudian di tahun 2019 ini untuk kali yang pertama, semoga airnya masih cukup untuk ditanami kembali. Kami melihat bahwa ini adalah inisiatif yang sangat baik karena mendukung program dari pemerintah dalam bidang ketahanan pangan, ini terbukti untuk tahun 2018 lalu beras yang kita hasilkan bisa untuk dikonsumsi prajurit Yonmarhanlan XI dan keluarga, bahkan Koperasi Yonmarhanlan XI juga menjual beras hasil panen ke masyarakat sekitar bekerja sama dengan kelompok tani dari Wasur,”ungkap Danyon.

Pihaknya memberikan apreseasi kepada *Kopda Marinir Kasdi* karena mampu mengolah lahan yg dulunya tidak produktif menjadi lahan yg menghasilkan hanya dengan bekal pengetahuan yang sangat minim tentang bercocok tanam. Hal ini membuktikan bahwa dimana ada kemauan, niat dan usaha serta kerja keras akan menghasilkan sesuatu yg bermanfaat. Selain padi, Yonmarhanlan XI juga berhasil menanam jagung, cabe, pepaya, timun dan semangka.  Sementara itu Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Daniel Hiariej menyampaikan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Merauke dan Kementerian Pertanian tidak berjalan sendiri untuk mencapai swasembada pangan di seluruh Indonesia melainkan bekerjasama dengan seluruh aparatur negara termasuk TNI khususnya Marinir di seluruh Indonesia yang sama-sama bergerak menghasilkan ketahanan pangan.

Hal ini terbukti bahwa di Kabupaten Merauke, bersama TNI khususnya Yonmarhanlan XI  dapat memberikan manfaat dalam bidang pangan. “Kami mengapreseasi Prajurit Yonmarhanlan XI yang mampu memanfaatkan dengan baik lahan kosong untuk ditanami Hortikultura. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Yonmarhanlan XI bisa memproduksi beras untuk kebutuhan sendiri, sehingga tidak perlu mendatangkan beras dari luar. Itulah yang kami harapkan ketahanan keluarga, ketahanan organisasi itu kita harus dipenuhi agar tugas-tugas lain dapat berjalan dengan baik. Kita lihat bahwa saat ini di Kabupaten Merauke komunitas unggulan adalah tanaman padi tetapi sesungguhnya karateristik tanah di Merauke ini sangat mendukung bagi komoditas tanaman holtikultura lainnya, bila dapat ditingkatkan maka kebutuhan pangan bagi masyarakat Merauke dapat terpenuhi,”tukasnya.

Dibaca 161 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.